Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar / Net

telusur.co.id – Seorang politisi bila memang ingin tetap memegang ideologi dalam langkah politiknya, maka jadikanlah politik sebagai jalan.

Begitu dikatakan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar saat bedah buku autobiografi berjudul “ADEMPOL” (Agama, Demokrasi, Politik), di ruang Fraksi PKB, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/4/19).

“Dengan demikian ideologi dapat menjadi pegangan, memang dari sisi positifnya, komitmennya tinggi tetapi akan menjadi tidak lihai dalam politik,” kata Cak Imin yang juga Wakil Ketua MPR RI.

Salah satu konsekuensi dari memegang ideologi, kata Imin adalah kegagalan menjadi Wakil Presiden.

BACA JUGA :  Dihadapan Santri, Cak Imin harap Generasi Now Tingkatkan Kualitas

“Salah satunya adalah gagal jadi Presiden tetapi itu bercanda,” kata dia sambil tertawa.

Namun, bagi keponakan Presiden ke-4 RI, Abdurahman Wahid atau Gus Dur itu, politik adalah dunia yang sangat berat. Karena memperjuangkan yang kita yakini, dan itu belum tentu diterima sebagai kebenaran.

Karena itu, salah satu hal yang paling harus dilalui oleh seorang politisi adalah tidak takut dianggap bukan orang baik. “Karena itu jadi politisi jangan takut disebut tidak baik ataupun baik.”

Ia mengaku, baru sadar setelah reformasi berjalan sekarang ini. “Apa yang disampaikan Bung Karno memang benar dalam politik yang paling sulit adalah kita tidak tahu lagi mana kawan dan mana lawan,” kata Imin.

BACA JUGA :  Sidang Tahunan MPR, Zulkifli Sebut Cak Imin Cawapres

“Karena itu untuk mencapai sebuah tujuan kita harus menjadikan lawan sebagai lawan dan harus menjadikan kawan sebagai lawan. Yang tidak terjun ke politik maka tidak akan tahu maknanya.” [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini