telusur.co.id – Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Mohammad Siddik menyampaikan surat terbuka kepada Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra karena dituding mendelegitimasi ijtima ulama dan menjelek-jelekan Habib Rizieq Shihab.

“Izinkan kami menyampaikan surat terbuka ini untuk Saudara karena Partai Bulan Bintang (PBB) yang Saudara nakhodai adalah merupakan wadah aspirasi politik ummat Islam yang diinisiasikan dan didirikan oleh Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia bersama 20-an ormas lainnya beserta ulama, tokoh dan intelektual muslim,” ujar Mohammad Siddik melalui keterangan tertulisnya, Sabtu.

Diakui Siddik, citra PBB juga bagian dari citra Dewan Da’wah dan ormas serta ummat Islam yang mendirikannya. Oleh karenanya, Dewan Da’wah memiliki hak moral dan hak kesejarahan untuk menyampaikan surat terbuka ini.

“Sehubungan dengan sikap dan pernyataan Saudara yang selalu mendelegitimasi ijtima’ ulama dan menyatakan bahwa Habib Rizieq Shihab adalah Raja Bohong, maka Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia merasa perlu menegur sikap dan pernyataan Saudara yang jauh dari akhlakul karimah dan sikap seorang cendekiawan muslim yang mewarisi nilai nilai perjuangan Allahyarham Mohammad Natsir dan tokoh tokoh Masyumi lainnya,” tegasnya.

Seperti diketahui, partai Masyumi terdiri dari para ulama dan politisi Muslim yang sangat menjunjung tinggi nilai nilai moral dan akhlakul karimah baik dalam sikap, tindakan maupun ucapan. Partai Masyumi menjadi besar karena teladan tokoh tokohnya yang menunjukkan keserasian antara ucapan dan tindakan. Nilai-nilai besar dan sikap kenegaraan ini lah yang diwarisi oleh Dewan Da’wah.

BACA JUGA :  Begini Respons Netizen Terhadap Unggahan Gambar Yusril

Pada saat pembentukan awal PBB, Dewan Da’wah mengharapkan bahwa Yusril sebagai ketua umumnya dapat membawa ciri ciri dan karakter para politisi Masyumi yang dikenal keunggulan dan kemuliaan akhlaknya. Dimana para tokoh Partai Masyumi selalu senapas dan sejiwa dengan ulama dan ummat Islam serta tidak bersebrangan atau meninggalkan ulama dan ummat.

Sikap yang tidak ramah bahkan cenderung melecehkan para ulama yang berkumpul dan telah memutuskan sikap dan dukungan politik bersama dalam Ijtima Ulama I dan II, telah menunjukkan karakter yang tidak sesuai dengan nilai nilai luhur yang selama ini dipedomani oleh para keluarga besar Dewan Da’wah.

“Selama ini Saudara selalu mengaku sebagai kader Allahyarham Mohammad Natsir pendiri dan ketua Umum Dewan Dakwah. Tetapi yang kami pahami Allahyarham Mohammad Natsir tidak pernah punya karakter yang melecehkan para ulama apalagi bersebrangan dengan mainstream ummat.”

Pada saat menyatakan menjadi lawyer Bapak Joko Widodo sebagai capres, Dewan Da’wah telah mengundang dan meminta klarifikasi, tetapi ternyata klarifikasi tidak menjadi kenyataan.

“Kami sangat kecewa ketika Saudara pada akhirnya bukan saja sebagai lawyer tetapi bahkan menyebrang menjadi pendukung Paslon 01 dari rezim yang selama ini dipersepsikan tidak sejalan dengan aspirasi ummat Islam terutama para ulama yang berkumpul di ijtima ulama 1 & 2.”

“Akhirnya kami dapat menyimpulkan, bahwa terlalu banyak pernyataan Saudara yang tidak konsiten dan tidak istiqamah dalam sikap dan perilaku. Adalah hak Saudara untuk bersikap secara pribadi, akan tetapi pribadi Saudara dan kedudukan Saudara sebagai Ketua Umum Partai Islam PBB adalah melekat dan tidak dapat dipisahkan, sehingga sikap Saudara telah menimbulkan tsunami politik di lingkungan PBB, padahal pada awalnya, ulama dan ummat telah memberikan harapan yang besar terhadap PBB sebagai wadah perjuangan politik penerus partai Masyumi,” ujar dia.

BACA JUGA :  Yusril- Habib Rizieq Ributkan Keislaman Prabowo, Fahri Sesalkan Urusan Pribadi di Bawa Ke Pemilihan

Tetapi dengan sikap dan pernyataan Yusril yang cenderung arogan dan melecehkan, membuat ulama dan ummat ragu untuk memberikan amanah dan dukungan kepada PBB. Dan ini akan menyulitkan PBB untuk lolos dari Parliamentary Threshold 4 %.

Dewan Da’wah sangat menyesalkan sikap Yusril yang menafikan dan under estimate terhadap gerakan politik keummatan yang dimanifestasikan dalam gerakan “411” dan “212”, dimana para ulama tersebut telah berhasil menghimpun kekuatan ummat secara massif dengan menghadirkan jutaan ummat yang belum pernah ada presedennya dalam sejarah di Indonesia dan telah merubah konstelasi politik Indonesia khususnya DKI Jakarta dengan aman dan damai secara konstitusional. Seharusnya, sebagai ketua umum PBB dapat melihat kenyataan yang jelas ini dan bersinergi bahu membahu dengan gerakan politik keummatan ini.

“Kami berharap surat terbuka ini menjadi bahan renungan dan introspeksi Saudara untuk tidak lagi mengulangi sikap dan pernyataan yang bersebrangan dengan ulama dan mainstream ummat. Apabila Saudara masih tidak mengindahkan surat terbuka ini, maka dengan sangat menyesal dan terpaksa kami beralasan kuat untuk mengatakan bahwa Saudara tidak lagi layak menjadi bagian keluarga besar Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia. Semoga hal itu tidak terjadi dan Allah memberikan Saudara kekuatan dan perlindungan dari segala macam ujian dan cobaan,” tandasnya. (ham)

Like :

1 KOMENTAR

  1. […] “Kami berharap surat terbuka ini menjadi bahan renungan dan introspeksi Saudara untuk tidak lagi mengulangi sikap dan pernyataan yang bersebrangan dengan ulama dan mainstream ummat. Apabila Saudara masih tidak mengindahkan surat terbuka ini, maka dengan sangat menyesal dan terpaksa kami beralasan kuat untuk mengatakan bahwa Saudara tidak lagi layak menjadi bagian keluarga besar Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia. Semoga hal itu tidak terjadi dan Allah memberikan Saudara kekuatan dan perlindungan dari segala macam ujian dan cobaan,” tandasnya. (ham) telusur […]

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini