Penyidik KPK Novel Baswedan / Net

telusur.co.id – Presiden Joko Widodo diminta tidak abai terhadap peristiwa teror yang terjadi terhadap para penegak hukum, khususnya kasus penyiraman air keras pada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan.

Permintaan itu disampaikan Wadah pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (WP-KPK), yang dipimpin Yudi Purnomo.

Yudi Purnomo, selaku Ketua WP KPK menuturkan, kasus teror yang terjadi terhadap Novel menjadi salah satu jalan pembuka teror lain, lantaran pelaku tak kunjung terungkap sampai saat ini. Baik pelaku penyiraman, maupun otaknya.

Semenjak penyiraman air keras pada Novel, rentetan teror terhadap pegawai KPK terjadi. Mulai dari teror terhadap rumah pimpinan KPK, hingga penganiayaan pegawai KPK.

BACA JUGA :  Kasus Novel Baswedan, Ketum Pemuda Muhammadiyah Bakal Diperiksa

“Tapi setali tiga uang, tetap tidak terungkap,” kata Yudi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (10/4/19).

Untuk itulah, Kamis (11/4/19), tepat dua tahun kasus penyiraman air keras Novel Baswedan, ribuan masyarakat Indonesia yang antikorupsi, yang terdiri dari Koalisi Masyarakat Sipil, tokoh nasional, budayawan, serikat buruh, serikat karyawan, musisi, gerakan mahasiswa dan lainnya akan mendatangi KPK untuk menyatakan dukungan untuk KPK supaya terus memberantas korupsi.

Mulai pagi hingga malam mereka akan menyatakan sikap dukungan mereka kepada KPK agar tidak kendor memberantas korupsi.

WP KPK pun tetap menuntut Presiden Jokowi segera membentuk TGPF (Tim Gabungan Pencari Fakta) Independen.

Yudi menyampaikan terima kasih untuk seluruh Masyarakat Indonesia yang akan datang besok, karena itu akan semakin menyemangati pihaknya dalam memberantas korupsi, yang merupakan kejahatan luar biasa di negeri ini. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini