Capres Prabowo Subianto (kiri) dan Ustadz Abdul Somad (kanan) / Ist

telusur.co.id – Setelah Ustadz Abdul Somad menemui Capres Prabowo Subianto, muncul tuntutan yang meminta agar UAS melepas statusnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Sebab, UAS merupakan salah satu dosen di salah satu universitas negeri.

Terkait itu, pengamat politik Uchok Sky Khadafi meminta pihak yang menuntut atau mempersoalkan dukungan UAS pada paslon 02 di Pilpres 2019, jangan sok berkuasa.

Dirinya mengingatkan, jika dukungan UAS pada Prabowo-Sandi disoalkan, maka Kepala Daerah dan Sekretaris Daerah yang mendukung Joko Widodo juga harus dipecat.

“Mendukung itu biasalah. Jangan sok bekuasa, kalau yang tidak dukung kena delik. Kalau ini diungkap maka dampaknya nanti kepala daerah, sekda-sekda yang mendukung petahana itu juga harus dicabut,” kata Uchok kepada telusur.co.id, Minggu (14/4/19).

BACA JUGA :  Prabowo di Doakan Ratusan Santri dan Masyarakat Klaten

Ia mengingatkan, dalam berpolitik maka harusnya seni politik yang dikedepankan bukan main delik.

“Kalau politik ya pakai seni berpolitik lah, jangan dikit-dikit main delik, yang nggak dukung kena delik,” kata Uchok.

Sebelumnya, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade mengaku tak terima atas tuntutan yang meminta agar UAS melepas statusnya sebagai ASN.

Kata Andre, seorang warga negara berhak menyampaikan dukungan dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Tidak terkecuali dengan UAS yang mendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Jadi, yang perlu diketahui Ustadz Abdul Somad sebagai warga negara itu berhak menentukan pilihan,” kata Andre di Jakarta Pusat, Sabtu (13/4/19).

BACA JUGA :  Menangkan Prabowo-Sandiaga di Pilpres, ACTA Siap Pasang Badan

Lagi pula kata dia, tak ada aturan apapun yang dilanggar UAS saat menyampaikan dukungan ke paslon nomor urut 02 itu. Justru kata dia, yang mesti ditindak adalah dukungan dari kepala daerah yang mendung Jokowi-Ma’ruf.

Andre pun curiga, permintaan agar UAS melepas statusnya sebagai ASN diduga bentuk intimidasi secara halus. Andre pun meminta tidak ada pihak yang menakut-nakuti seseorang karena menyatakan dukungannya.

Sebelumnya, Direktur Komunikasi dan Media BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hashim Djojohadikusumo menegaskan Ustadz Abdul Somad sudah bergabung dengan Prabowo-Sandi. Pertemuan UAS dan Prabowo soal sikap di pilpres 2019 itu kemudian viral di media sosial. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini