Juru bicara BPN Prabowo-Sandi Ferdinand Hutahean / Net

telusur.co.id – Pernyataan Mahfud MD yang menyebut wilayah-wilayah yang dimenangkan Prabowo Subianto dalam pemilihan presiden 2019 kemarin sebagaiĀ “garis keras”, dianggapĀ ujaran kebencian terhadap suku ras atau agama dan telah menyebabkan kegaduhan.

Demikian pendapat Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, dalam keterangan kepada redaksi, Senin (29/4/19).

Dirinya, juga menyebut Mahfud telah berhasil menciptakan polemik yang berpotensi menyebabkan disintegrasi bangsa.

“Saya pikir Mahfud harus secara sukarela menarik pernyataannya dan minta maaf kepada bangsa ini secara terbuka,” kata Ferdinand.

Kalau bicara term politik, kata Ferdinand, term politik apa yang dimaksud Mahfud. Ia berpendapat Mahfud cuma sedang ngeles cari pembenaran atas sebuah kesalahan.

“Tidak ada term politik seperti itu. Kalaupun bicara term politik, Mahfud jelas salah. PRRI tidak ada hubungannya dengan agama. Jadi Mahfud jelas salah.”

BACA JUGA :  Warganet Setuju Ada Fatwa Haram Memilih PPP

Bagi Ferdinand, pernyataan Mahfud bukan cuma menegasikan para founding father bangsa, dan para pahlawan nadional yang berasal dari daerah daerah seperti Aceh, Sumstera Barat, Riau, Sumut, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan daerah lain yang secara umum dimenangkan oleh Prabowo-Sandi.

“Ada Bung Hatta dan Imam Bonjol dari Sumbar, Cut Nyak Dien, Cut Meutia dll dari Aceh, dan banyak pahlawan lain dari daerah yang disebut oleh Mahfud. Saya pikir mahfud harus menarik ucapannya dan meminta maaf,” kata Ferdinand.

Sebelumnya, video berdurasi 1 menit 20 detik Mahfud dalam wawancara di salah satu stasiun TV beredar di media sosial.

Berikut pernyataan Mahfud:

BACA JUGA :  Gaji Besar Megawati, Fadli Zon: Pemerintah Selalu Bicara Pentingnya Efisiensi Anggaran

Kemarin itu sudah agak panas dan mungkin pembelahannya sekarang kalau lihat sebaran kemenangan ya mengingatkan kita untuk lebih sadar segera rekonsiliasi. Karena sekarang ini kemenangan Pak Jokowi ya menang dan mungkin sulit dibalik kemenangan itu dengan cara apapun.

Tapi kalau lihat sebarannya di beberapa provinsi-provinsi yang agak panas, Pak Jokowi kalah. Dan itu diidentifikasi tempat kemenangan Pak Prabowo itu adalah diidentifikasi yang dulunya dianggap provinsi garis keras dalam hal agama misal Jawa Barat, Sumatera Barat, Aceh dan sebagainya, Sulawesi Selatan juga.

Saya kira rekonsiliasinya jadi lebih penting untuk menyadarkan kita bahwa bangsa ini bersatu karena kesadaran akan keberagaman dan bangsa ini hanya akan maju kalau bersatu.

[ipk]



Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini