Hidayat Nur Wahid pada saat pembukaan sosialisasi 4pilar dengan tema ‘Deklarasi Pencanangan Bulan April sebagai Bulan Mosi Integral RI menjadi NKRI kembali,’ di gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (5/4/19).

telusur.co.id – Wakil Ketua DPR RI Hidayat Nur Wahid sangat mengapresiasi usulan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengenai pencanangan Bulan April sebagai Bulan Mosi Integral RI menjadi NKRI kembali.

“MUI mengusulkan agar pemerintah mendeklarasikan bulan April sebagai bulan NKRI Saya kira usulan sangat tepat,” ucap Hidayat dalam pidato pembukaan sosialisasi 4pilar dengan tema ‘Deklarasi Pencanangan Bulan April sebagai Bulan Mosi Integral RI menjadi NKRI kembali,’ di gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (5/4/19). 

Persetujuan Hidayat karena didasari dari sejarahnya, ada peran umat islam dalam memelopori, mendirikan, mengawal dan membela NKRI. Salah satunya adalah Mosi Integral yang digagas oleh Mohammad Nasir. 

BACA JUGA :  Bantah Dana Desa Berkat Jokowi, Politikus PKS Minta Mendagri Klarifikasi

Ia berharap, pencanangan hari NKRI itu akan lebih memudahkan masyarakat dalam memahami bersatunya NKRI dan peran tokoh-tokoh islam dibelakangnya. 

“Dulu M Nasir lah yang memasukan Irian Barat ke Indonesia melalui mosi integralnya. Kita hanya tau adanya Mosi Integral Nasir. Tapi Pidatonya tidak ada. Padahal kita selalu mengedepankan ‘jas merah’. Tapi anehnya sejarah yang penting ini tidak ada,” paparnya merasa kecewa.

Oleh karena itu juga, selain ‘jas merah’, ia mengajak para pemuda-pemudi selalu ingat akan ‘jas hijau’ yang kepanjangan dari Jangan sekali-kali menghilangkan sejarah jasa ulama. 

BACA JUGA :  Sosialisasi Empat Pilar Digelar Supaya Tak Kagok Mengenal Indonesia

“Selain ‘jas merah, kita juga harus jas hijau. Jangan sekali-kali menghilangkan sejarah jasa ulama.  Jadi jas merah okeh, jas hijau juga lebih okeh,” ungkapnya lebih lanjut. 

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini