Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil / Net

telusur.co.id – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan diperkirakan akan menjadi pemenang pada Pemilu Legislatif tahun ini.

Hal tersebut sebagaimana hasil survei Indo Barometer yang dilakukan 1-7 April 2019, di  seluruh Provinsi, di Indonesia, yang dirilis Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari di Hotel Harris, Jakarta Selatan, Sabtu (13/4/19).

Dalam survei Indo Barometer, kata Qodari, pada posisi runner up dihuni Partai Gerindra, sementara Partai papan tengah ditempati Golkar, PKS, PKB, Demokrat, PPP, PAN, Nasdem serta Perindo.

Untuk partai yang terancam gagal lolos ambang batas atau parliamentary threshold, yakni Partai Berkarya, PSI, Hanura, PBB, PKPI dan Partai Garuda.

“Dalam situasi dan kondisi tersebut, maka diperkirakan akan muncul 2 atau 3 pasangan calon Presiden dan wakil Presiden pada Pilpres 2024,” kata dia.

Sumber calon Capres dan Wapres akan datang dari 2 sumber utama. Yang pertama, berasal dari partai politik, khususnya PDIP dan Gerindra. Kedua, berasal dari kepala daerah. 

Untuk calon yang berasal dari kepala daerah, ada yang paling berpeluang menjadi Capres dan Cawapres pada Pilpres 2024.

BACA JUGA :  Ridwan Kamil Optimis Di Dukung Golkar

Seperti Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah.

Menurut survei, dari lima kepala daerah, Ridwan Kamil atau yang karib disapa kang Emir, merupakan ‘Kuda Hitam’. Karena di era politik Indonesia modern terjadi ironi, tokoh asal Jawa Barat belum pernah menduduki jabatan puncak sebagai Presiden atau wakil Presiden RI.

Padahal, Provinsi Jawa Barat merupakan provinsi dengan penduduk terbesar di Indonesia dengan jumlah 18 persen.

Jika dibandingkan dengan populasi penduduk Jawa Timur sebesar 15,1 persen dan Jawa Tengah 13,1 persen. Suku Sunda sebagai suku dominan di Jawa Barat juga suku besar, yakni 16 persen. Hanya kalah dengan suku Jawa 40 persen.

Sebenarnya, pernah muncul Calon Wakil Presiden asal Jawa Barat pada Pilpres 2004 lalu, yakni Agum Gumelar. Namun Agum kalah karena berpasangan dengan Calon Presiden yang kurang populer, yaitu Hamzah Haz.

BACA JUGA :  Hanura Resmi Usung Ridwan Kamil Jadi Cagub Jabar

Setelah Agum, belum muncul lagi tokoh kaliber nasional alias krisis kepemimpinan dari Jawa Barat. Para Gubernur Jawa Barat di era reformasi seperti Dani Setiawan dan Ahmad Heryawan gagal mentransformasi dirinya dari tokoh lokal menjadi tokoh nasional. Justru Joko Widodo dari Solo yang bisa hingga menjadi Presiden RI.

Namun peluang itu kini terbuka di pemilu 2024 yang akan datang. Jika Jokowi menang pilpres 2019, maka calon petahana kosong.

Gubernur Jawa Barat yang baru terpilih tahun lalu, memiliki waktu 5 tahun untuk membangun popularitas nya di tingkat nasional. Syaratnya, Ridwan harus sangat sukses membangun Jawa Barat agar namanya harum di tingkat nasional.

Selain modal basis suara yang besar di Jawa Barat, Ridwan Kamil memiliki kelebihan lain. Ia adalah kepala daerah paling aktif di media komunikasi zaman now, yakni medsos. Kaum milenial potensial menjadi basis suaranya juga. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini