Politikus Demokrat Ferdinand Hutahaean.FotoIstimewa

telusur.co.id — Badan Pengawas Pemilu diminta untuk menegakkan aturan dengan mendiskualifikasi peserta pemilu partai politik yang diduga terlibat dalam temuan adanya surat suara tercoblos 01 serta parpol, di Selangor, Malaysia.

Demikian disampaikan oleh Juru Bicara Badan Pemenang Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahean kepada telusur.co.id, Kamis (11/4/19).

“Kita berharap agar Bawaslu menegakkan aturan setegak-tegaknya diskualifikasi calon yang terlibat di dalam kecurangan ini dan diskualifikasi partai yang terlibat dalam kecurangan ini,” tegasnya.

Menurut Ferdinand, dugaan kecurangan seperti itu adalah sebuah “kejahatan” dalam alam demokrasi. ” Tidak boleh dikasih ampun yang seperti ini,”.

“Karena ini, mencurangi suara rakyat dan mencurangi suara tuhan. Ingatlah, suara rakyat adalah suara tuhan,” ujar Ferdinand.

BACA JUGA :  Surat Suara Tercoblos di Malaysia Melukai Hati Rakyat

Politikus Partai Demokrat ini menambahkan, ketika “kecurangan” demokrasi dilakukan secara sistematis dan terstruktur, maka para pelakunya harus diganjar dengan hukuman yang keras yakni diskualifikasi.

“Tidak usah kita takut mendiskualifikasi Jokowi di dalam Pilpres ini. Dan, tidak usah takut mendiskualifikasi partai manapun yang terlibat secara sistematis di dalam kecurangan ini,” ungkapnya.

Ia berdalih, ditemukannya surat suara yang telah di dicoblos untuk capres 01, dan salah satu parpol, diduga ada keterlibatan kekuasaan. “Tanpa keterlibatan kekuasaan tidak mungkin ini terjadi. Karena, semua ada di bawah kendali kekuasaan,” tudingnya.

BACA JUGA :  Kasus Surat Suara Tercoblos di Malaysia, Sandiaga Uno: Jangan Cederai Pemilu

Oleh karena itu, lanjut Ferdinand, masyarakat saat ini menaruh kepercayaan kepada Bawaslu, memastikan diri menegakkan aturan. Bawaslu juga diminta untuk tidak takut terhadap pihak manapun, demi terselenggaranya perhelatan lima tahun ini secara demokratis seperti yang di cita-citakan.

“Ingat, rakyat berdiri dibelakang Bawaslu untuk menegakkan aturan. Jangan sampai kemudian nanti rakyat yang datang mengambil kedaulatan dan menegakkan kedaulatan nya sendiri,” tandasnya.

Beredar video yang menunjukan surat suara sudah tercoblos. Surat suara itu dimuat dalam puluhan kantong. Diduga, hal ini terjadi di Selangor, Malaysia. Video ini beredar di WhatsApp dan media sosial. [asp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini