Konferensi pers Komnas HAM. Foto: telusur.co.id/Tio Pirnando

telusur.co.id— Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyesalkan, kedua calon presiden dalam debat keempat Pilpres, beberapa hari lalu, tidak menyinggung soal perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri. Padahal, permalasahan yang dihadapi TKI cukup banyak.

Demikian disampaikan oleh Ketua Tim Pemantau Pemilu Komnas HAM, Hairansyah dalam konperensi pers di kantornya, Jalan Latuharhary, Jakarta Pusat, Senin (1/4/19).

“Hal terlupakan adalah soal perlindungan WNI terutama TKI yang bermasalah secara hukum di luar negeri juga luput dibahas (Di debat keempat Pilpres),” kata Hairansyah

Hairansyah menganggap, kedua capres belum sepenuhnya mengadopsi konsepsi dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.

BACA JUGA :  Komnas HAM, Natalius Pigai : Kami Sangat Menolak Perppu..!

Selain itu, Komnas HAM juga menyoroti pengungsi dan pencari suaka dari negara yang berkonflik.

“Secara faktual, terdapat ribuan pencari suaka yang berada di Indonesia menuju negara-negara penempatan.

Dijelaskan Hairansyah, capres petahana, Jokowi, hanya menekankan pentingnya diplomasi sebagai negara muslim terbesar dan berupaya menjadi mediator dalam konflik kawasan Asia (Afghanistan) dan ASEAN (Rakhine). Sedangkan, rivalnya, Prabowo Subianto, menekankan bahwa politik luar negeri tidak sekedar menjadi mediator akan tetapi menekankan pada kerangka memperkuat kepentingan nasional dan keberhasilan diplomasi internasional.

Padahal, kata dia, Indonesia dituntut berperan lebih dalam penyelesaian konflik, baik sebagai Calon Anggota Dewan HAM PBB, Dewan Keamanan PBB, serta negara berdaulat dalam keterlibatan konflik kawasan seperti di Timur Tengah (Palestina), Rohingya (Myanmar) dan lainnya.

BACA JUGA :  Prabowo Disarankan "Serang" Jokowi Soal Tol Laut

“Belum ada straegi yang cukup diantara keduanya, kecuali menonjolkan potensi penduduk muslim dan mediator, serta kepentingan nasional semata. Padahal, akarnya dalam perspektif HAM adalah terciptanya kemerdekaan dengan menekankan right to self determination, perdamaian dan keadilan struktural,” tandasnya.[asp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini