Foto: Istimewa

telusur.co.id— Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno disarankan melaporkan Menko Maritim, Luhut Binsar Pandjaitan, ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), terkait aksinya diduga memberi amplop berwarna putih kepada Kiai Pondok Pesantren Nurul Cholil, Bangkalan Madura. Dengan syarat, jika BPN mengaggap aksi Luhut itu diduga sebuah pelanggaran.

Demikian disampaikan oleh pengamat politik Ujang Komaruddin kepada telusur.co.id, Kamis (4/4/19).

“Jika memang masuk sebuah pelanggaran, silahkan kubu 02 untuk melaporkannya ke Bawaslu,” terang Ujang.

Menurut Ujang, jika ada yang melakukan pelanggaran, hendaknya semua pihak menempuh jalur yang sudah disediakan oleh Undang-Undang Pemilu.

BACA JUGA :  PBB Bantah Gabung Sekber Gerindra-PKS

“Kita punya mekanisme hukum yang harus dijalankan,” tegasnya.

Dosen Universitas Al-Azhar ini mengimbau, publik tidak main hakim sendiri. Ujang menyarankan, Luhut serta pihak pondok pesantren mengklarifikasi dugaan tersebut agar isunya tidak bias kemana-mana.

“Kita mesti menunggu klarifikasi dan pihak Luhut dan pesantren.
Karena tuduhan Andi Arif kan harus diklarifikasi. Jika memang motifnya politik, harusnya kubu 02 melaporkannya ke Bawaslu,” tandasnya.[Far]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini