Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid saat memberikan keterangan pers di Media Center MPR/DPR RI / Ist

telusur.co.id – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk terbuka mengenai permasalahan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang diprotes Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

Sikap keterbukaan KPU, dikatakan Hidayat, guna meminimalisir kecurigaan masih ada 17,5 juta DPT bermasalah yang belum diselesaikan KPU. 

“Supaya selesai ini urusan dan tidak mengambang dan ujung akhirnya mendeligitimasi hasil pemilu. Sistemnya dan IT-nya buka saja. Apa sih salahnya kalau KPU buka. Buka saja,” desak Hidayat di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (9/5/19).

BACA JUGA :  Syarat Administrasi Capres-Cawapres, KPU Perlu Lebih Jujur Dan Terbuka

KPU, ujar Hidayat lagi, harus mengundang seluruh partai, para pengamat indepeden, para capres, agar tidak menyisakan sesuatu untuk menyuarakan delegitimasi terhadap hasil pelaksanaan pemilu.

Jika tidak dilakukan, dia khawatir, akan menimbulkan kecurigaan dari peserta pemilu.

Apalagi, apabila melihat jumlahnya 17,5 juta. “Angka yang sangat besar untuk menjadi selisih suara.” 

Bukan itu saja, Politikus PKS ini juga mengaku pesimis KPU bisa menyelesaikan permasalahan DPT itu melihat waktu yang semakin sempit. 

“Ini kan sudah lama dkritik. Saya pesimis, harusnya justru KPU bekerja keras menyelesaikan masalah,” ungkapnya kembali. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini