Ketua FPG di MPR Agun Gunandjar Sudarsa (dua kiri) menyrahkan buku karyanya kepada Sekjen Partai Golkar, Lodewijk Freidrich Paulus.Foto:Bambang Tri P / telusur.co.id

telusur.co.id – Ketua Fraksi Golkar MPR, Agun Gunandjar mengatakan, seminar dan peluncuran buku yang bertema “Pemilu Damai, Berintegritas, dan Menyejahterakan”, yang diselenggarakan digadung GBHN, Komplek Parlemen, Senayan pada Senin (1/4/19), sebagai bentuk tanggungjawab terhadap persoalan bangsa.

Menurut dia, persoalan bangsa harus di selesaikan, sebab, sebuah bangsa akan maju jika rakyat memahami dan mengerti dasar negara.

“Ini salah satu bentuk tanggung jawab FPG atas posisi politiknya terhadap masalah kebangsaan”, ujarnya.

Terkait pelaksanaan Pemilu 2019 yang tinggal menghitung hari, dirinya menghimbau kepada masyarakat untuk bisa memilih dan memilah kontestan mana yang mampu menghadirkan Pemilu tidak hanya damai, namun juga berintegritas dan menyejahterakan.

“Juga harga menghargai, saling menghormati, fair, jujur, tidak melakukan money politic dan serangan fajar”, ungkapnya. ”Hal demikian perlu benar-benar terjaga”, tambahnya.

BACA JUGA :  Wakil Ketua MPR Ungkap Alasan Mensosialisasikan Empat Pilar

Saat ini, lanjut Agun, tantangan yang ada di masyarakat seperti masalah lapangan pekerjaan, kemajuan teknologi informasi, dan budaya global harus bisa di perhatikan oleh kontestan.

“Kebijakan pembangunan yang ada diharap tak meluluhlantakan budaya lokal yang sebenarnya menjadi karakter bangsa”, tuturnya.

Untuk itu diharapkan kontestan yang ada mampu menyodorkan solusi bagi masyarakat. “Jadi Partai Golkar tidak hanya hadir di TPS tetapi juga memberi jaminan 5 tahun ke depan yang menyejahterakan”, ucapnya.

Semantara itu, Sekjen Partai Golkar, Lodewijk Freidrich Paulus, yang hadir mewakili Ketua Partai Golkar Airlangga Hartarto, menuturkan dirinya memberi apresiasi atas apa yang dilakukan oleh FPG di MPR. “Berbagai seminar yang telah digelar mampu meningkatkan citra partai di tengah masyarakat”, ungkapnya. Dikatakan, FPG kreatif meningkatkan sumbangsih kepada masyarakat dalam menghadapi Pemilu. “Partai Golkar ingin Pemilu yang damai, berintegritas, dan menyejahterakan”, paparnya. Bagi Lodewijk, Pemilu harus dilaksanakan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila untuk mewujudkan kedaulatan rakyat. “Ini harus menjadi pemahaman bersama”, tuturnya.

BACA JUGA :  Ketua MPR: Indonesia dan Belanda Harus Bisa Move On, Lupakan Sejarah Kelam Jalin Hubungan Baik Untuk Kepentingan Bersama

Pemilu damai menurutnya sebagai modal dasar bagi keberadaan pemerintahan yang terbentuk pasca Pemilu. Untuk itulah hajatan lima tahun sekali itu perlu diselenggarakan secara transparan dan akuntabel. Ada tiga faktor yang menurut pria berpangkat terakhir letnan jenderal itu mampu membuat Pemilu menjadi damai. Tiga faktor itu tingkat kecerdasan masyarakat yang memahami kondisi bangsa, kesiapan partai politik dalam mempersiapkan kader yang kredible, dan kesiapan penyelenggara Pemilu yang Luber Jurdil.[]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini