telusur.co.id – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (BEM FH UWKS) selenggarakan Seminar Nasional & Talkshow 2019 di Bangsal Pancasila UWKS. Dengan mengangkat tema, “Rekonstruksi Demokrasi Pancasila”.

Dalam pemaparannya, Haris Azhar selaku Founder of Lokataru Indonesia yang juga merupakan narasumber seminar mengatakan, ia menilai demokrasi pancasila dengan dasar perlindungan dan pemenuhan Hak Asasi Manusia (HAM) masih rendah. Dan tidak didukung dengan kebijakan pemerintah yang signifikan dalam pro HAM pada rakyat.

“Ini mendekati Pemilihan Presiden (Pilpres), kita harus mempercayakan pada pemimpin yang mampu membawa angin segar dalam menuntaskan segala masalah HAM. Saya akan Golongan Putih (Golput) pada 17 April nanti. Saya lebih memilih memperjuangkan HAM pada H+1 pencoblosan (18/4). Sehingga, ini melebihi tujuan demokrasi pancasila,” tegas Aktivis HAM tersebut.

Terpisah, Gubernur BEM FH UWKS, Rajendra Bisma Arsana mengatakan, rekonstruksi demokrasi pancasila ini berkonsentrasi dengan mengangkat kembali nilai-nilai pancasila. Dan didukung dengan basic narasumber yang memiliki landasan pikiran bangsa nya sudah menusantara.

BACA JUGA :  Kemenag: Organisasi Kemahasiswaan Tertinggi Bukan BEM tapi DEMA

“Acara ini untuk mengingatkan kembali bahwa, segala aktivitas kita harus dilandasi dengan nilai-nilai pancasila, karena jati diri kita lahir dan luhur dari pancasila,” ujarnya saat diwawancarai pasca acara. Sabtu, (06/4/2019).

Bisma menambahkan, pancasila adalah ideologi yang lahir dari Founding Father kita, Pancasila ini sudah sangat kaya untuk mengaktualisasi cara kehidupan bernegara kita.

“Apalagi ini tahun politik, pancasila tidak boleh tergerus oleh politik praktis atu klaim-klaiman. Sudah saatnya kita sebagai generasi yang peduli pancasila mampu menyuarakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Supaya demokrasi pancasila ini utuh, tidak memandang dari suku, agama, ras dan sebagainya,” pungkasnya.

Hal senada dengan Bisma, Ketua Panitia Pelaksana, Litania Isha Octaputri juga menambahkan, intinya dari acara ini, kita perlu menegaskan bagaimana demokrasi pancasila sebagai pedoman untuk menerapkan nilai-nilai pancasila terhadap semua kalangan.

BACA JUGA :  21 Elemen Masyarakat Deklarasi Anti Radikalisme dan Hoax

“Karena melihat, banyak pejabat kita yang masih terjerat korupsi, artinya ada yang salah dalam memangamalkan pancasila. Dengan adanya pemilihan legislatif nanti, semua pihak harus mampu memilih wakil rakyat kita dapat menanamkan nilai-nilai pancasila. Agar demokrasi ini berjalan dengan cita-cita luhur pendiri bangsa,” tandas Lita.

Untuk diketahui, selain narasumber seminar Haris Azhar, ada Guru Besar Emiritus Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta Frans Magnis Suseno, Staf Pengajar Departemen Sosiologi Fisip Universitas Airlangga, dan Dosen Bidang Hukum Tata Negara FH UWKS Seto Cahyono.

Dengan dimoderatori oleh News Anchor SBO TV Agnes Santoso dan Dekan FH UWKS Umi Enggarsasi beserta jajarannya yang turut hadir memeriahkan acara tersebut.[far]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini