AS.Hikam (kanan) dalam diskusi Eavaluasi kampanye Pemilu 2019 di Jakarta, Senin (15/4/19)/telusur.co.id

telusur.co.id – Direktur Ekskutif Indonesian Public Institute Karyono Wibowo meminta persoalan Pemilu di luar negeri jangan dianggap sepele. Menurutnya, Bawaslu harus mengungkap kasus yang terjadi di luar negeri, baik kasus dugaan surat suara dicoblos di Malaysia, maupun persoslan WNI yang tak dapat menyalurkan hak politiknya.

Hal itu diungkapkan Karyono dalam diskusi publik bertajuk ‘Evaluasi Pelaksanaan Kampanye Dalam Mewujudkan Pemilu 2019 yang Aman, Jujur, Adil, Demokratis dan Bermartabat’ yang digelar di kawasan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Senin (15/4/19).

“Kasus di Malaysia kita harus menunggu sikap resmi dari Bawaslu. Tak boleh memelintir bahwa hal itu dilakukan paslon tertentu. Dan saya kira juga KPU harus memastikan setiap warga negara yang memiliki hak suara harus dijamin,” kata Karyono.

Selain itu, Karyono juga memaparkan pelanggaran-pelanggaran Pemilu yang ditangani Bawaslu. Ada ribuan pelanggaran Pemilu yang belum dituntaskan Bawaslu.

BACA JUGA :  Kader PBB : Alhamdulillah, Bawaslu Berpihak Pada Kebenaran dan Keadilan..!

“Sejak kampanye Pemilu, ada 6.649 pelaggaran sampai per 12 April 2019 ini. Dari angka itu teridentifikasi menyangkut Pidana 548, administrasi 4.759, kode etik 107, dalam proses 105, hukum 656, bukan pelanggaran 474, politik uang 25, dan sudah inkrah 22,” papar Karyono.

Dalam kesempatan yang sama, Peneliti Politik LIPI, Irine Hiraswari Gayatri meminta penyelenggara Pemilu bersikap netral dan menjaga independensinya. Dia juga meminta masyarakat kritis terhadap pilihannya.

“Penyelenggara harus melaksanakan mandat ini sebaik-baiknya. Dan pemilih harus kritis terhadap pilihannya. Kalau anda cuma kritis terus, tapi tidak memilih ya untuk apa,” katanya.

Sementara itu, pengamat Intelijen dan keamanan, Stanislaus Riyanta memaparkan potensi kerawanan Pemilu. Potensi ancaman Pemilu cukup rawan jika dia lihat dari sejumlah peristiwa yang terjadi di sejumlah tempat.

BACA JUGA :  LKBHMI Kendari Berharap, di Pemilu 2019 Ini Lahir Wakil Rakyat yang Berintegritas

Dia mencotohkan, adanya kolompok-kolompok radikal, penangkapan teroris di beberapa daerah, serta penyitaan duit 90 miliar di Bandara Soekarno-Hatta.

Kasus lainnya yang dipaparkan Stanislaus, adalah kasus surat suara dicoblos di Malaysia. Menurut dia, ada kejanggalan dalam kasus pencoblosan surat suara di Malaysia tersebut. Pasalnya, yang mencoblos surat suara di Malaysia diminta untuk meninggalkan lokasi, sebagaimana video peristiwa itu beredar.

“Kenapa di Malaysia? Untuk menarik dunia internasional, ini suatu pengkondisian. Peristiwa di Malaysia adalah pengkondisian,” sebut dia.

Menurut Stanislaus, Pemilu harus terselenggara sukses. Dia lantas meminta TNI-Polri menjaga potensi ancaman seiring meningkatnya kesadaran politik dan partisipasi masyarakat pada pesta demokrasi lima tahunan ini.

“TNI-Polri harus tegas karena TNI-Polri jadi garda terakhir kita. KPU juga. Yang harus hati-hati basis massa,” pungkas dia. (Fhr)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini