Presiden RI Joko Widodo / Net

telusur.co.id – Para penjual pupuk di Sragen, Jawa Tengah, mengaku kekurang stok.

Pengakuan itu disampaikan seorang penjual pupuk bernama Slamet Supriyadi, kepada Presiden Joko Widodo, saat bertemu dengan pengurus Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) serta Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) se-Jawa Tengah di GOR Diponegoro, Sragen, Rabu (3/4/19).

Disampaikan Slamet, kurangnya stok pupuk ia dapat berdasarkan informasi dari para petani. Ia mengaku tidak tahu kenapa stok pupuk berkurang pada saat ini.

Menanggapi keluhan, Jokowi menceritakan kalau dirinya bertanya soal stok ke produsen pupuk, maka ia selalu mendapatkan jawaban bahwa stok melimpah.

BACA JUGA :  Penghadangan Neno Warisman Bentuk Kampanye Jokowi Paling Buruk

“Kalau saya tanya ke produsen pupuknya, (jawabannya) melimpah Pak, melimpah. Minta berapa kita beri. Begitu tanya ke penjual pupuk kurang Pak, tanya ke petani kurang Pak. Ini yang bener yang mana,” kata Jokowi.

Mendengar pernyataan Jokowi, Slamet langsung menimpalinya. “Saya ini langsung berhubungan dengan petani itu setiap hari, pasti terima protes, pupuk kurang,” kata Slamet.

Jokowi pun mengajak pelaku usaha tani, termasuk penjual pupuk, untuk bertemu dengan pihak terkait di Istana Kepresidenan.

Rencananya, pertemuan akan diselenggarakan setelah 17 April 2019 atau setelah Pemilihan Presiden. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini