Ilustrasi Penganiayaan / Net

telusur.co.id – Polresta Pontianak telah menaikkan status kasus pengeroyokan seorang siswi SMP berinisial AD, yang diduga dilakukan 12 siswi SMA di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, ke penyidikan.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (10/4/19).

“Sudah penyidikan. Korban belum bisa dimintai keterangan. Tetapi ibu korban, sudah dimintai keterangan. Ada tiga orang dikenal korban,” kata Brigjen Dedi.

Hari ini, kata Dedi, polisi telah memeriksa beberapa saksi. Penyidik, juga akan meminta visum ke Rumah Sakit (RS) tempat korban dirawat. Kemudian, akan kembali meminta keterangan dari ibu korban.

Untuk terlapor, sudah di identifikasi penyidik Polresta Pontianak. Karena di bawah umur, maka ada pendampingan dari KPAI. “Mereka (terlapor) adalah F, T, dan M. Semuanya 17 tahun,” kata Dedi.

Peristiwa penganiayaan tersebut terjadi ketika korban dan pelaku cekcok di media sosial. Kemudian, para pelaku yang tidak terima, langsung membujuk korban ke suatu tempat, di tempat itu korban kemudian dianiaya.

Para pelaku, menganiaya korban dengan tangan kosong, yakni dengan memukuli secara ramai-ramai.

Pemicu pengeroyokan adalah masalah asmara antara kakak sepupu korban dan salah satu pelaku pengeroyokan. Saat itu, korban turut berkomentar di laman Facebook kakak sepupunya. Namun, komentarnya dianggap menyinggung salah satu pelaku. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini