Deputi Hukum Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Ardi Mbalembout. (Foto: telusur.co.id/Fahri)

telusur.co.id – Deputi Hukum Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Ardi Mbalembout, mengultimatum Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto agar dalam tempo 1 x 24 jam terhitung sejak tanggal 15 April 2019, agar segera mencabut pernyataannya dalam debat capres-cawapres pada tanggal 13 April 2019 lalu.

Saat debat, Prabowo menyebut bahwa buruknya kondisi ekonomi Indonesia pada saat ini adalah karena kesalahan Presiden RI sebelumnya.

“Pernyataan Pabowo Subianto, Capres 2019, dinilai tidak etis dan melanggar fatsun politik, oleh karena semua kebijakan dan tindakan para mantan Presiden RI sudah dipertanggungjawabkan di hadapan Sidang Istimewa MPR pada setiap akhir masa jabatannya. Dan hanya MPR-lah yang berwenang menilai kesuksesan dan kegagalan Presiden RI selama 5 tahun memimpin bangsa ini,” kata Ardi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (16/4/19).

BACA JUGA :  Diharapkan Rakyat Paham Jokowi Kelasnya Bukan Pemimpin Bangsa

Menurut Ardi, sebagai calon Presiden RI 2019, sikap Prabowo Subianto menjadi tidak terpuji, karena telah memberikan penilaian yang mendiskreditkan Para Mantan Presiden RI yang adalah para tokoh bangsa di forum debat Capres, padahal MPR telah menerima seluruh pertanggunjawaban pelaksanaan pembangunan selama masa jabatan Presiden-Presiden itu.

“Dan itulah forumnya untuk menilai kinerja Presiden,” terangnya.

Ardi menegaskan, jika dalam waktu 1×24 jam Prabowo Subianto tidak juga mencabut dan meminta maaf kepada Para Mantan Presiden seperti SBY, Megawati Soekarnoputri, Gus Dur, Habibie dan Soeharto, serta Soekarno, maka Prabowo bukan saja akan kehilangan dukungan.

BACA JUGA :  Tahun Baru, Prabowo Ajak Rakyat Indonesia Lebih Optimistis

“Akan tetapi juga Prabowo Subianto telah melakukan langkah blunder yang menyalahi fatsun politik dan tidak memberikan pendidikan politik yang baik. Terlebih, telah merusak segala capaian kerja BPN untuk pemenangan Prabowo,” tandasnya. (Fhr)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini