telusur.co.id – Kaim kemenangan dari calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto mendapat respon dari Relawan Nusantara Jokowi 2 Periode (RNJ2P).

Ketua RNJ2P Haidar Alwi mempertanyakan dasar metodologi real count dari tim Badan Pemenagan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi tersebut.

“Jadi tidak jelas hanya klaim saja, metodanya apa,” kata Haidar dalam keterangannya, Jumat (19/4/19).

Haidar juga mempertanyakan Prabowo, dalam waktu singkat, kemarin meralat kembali hasil real count, dari 312 ribu TPS atau 40 persen dari seluruh TPS yang melaksanakan pemilu lebih kurang total hampir 810 ribu TPS di seluruh Indonesia dengan hasil Prabowo unggul 62 persen, menurut klaimnya.

BACA JUGA :  SBY Nilai Pilpres 2019 Condong Ke Politik Identitas

“Dalam waktu singkat lantas (Prabowo) merubah pernyataannya itu, bahwa dengan berdasarkan real count. Jadi, dia (Prabowo) berbicara setelah itu, menurut saya bukan kesalahan, tapi kekalahan. Dan, beliau juga dengan yakinnya sudah mengklaim bahwa beliau (Prabowo) sudah menjadi presiden Indonesia,” paparnya.

Haidar, yang juga Penanggung Jawab Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) ini mengaku heran, Prabowo mengumumkan kemenangan mendahului real count dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Dia telah mendahului Undang-Undang Pemilu, bahwasanya KPU adalah lembaga negara yang kredibel untuk menentukan siapa pemenang Pemilu yang akan diumumkan secara resmi pada tanggal 22 Mei 2019 mendatang,” tandasnya.[Far].

BACA JUGA :  Gerindra Bidik Pendamping Prabowo

Like :

1 KOMENTAR

  1. Aduh pak KPU kredibelnya dimana?? Klo salah input C1 apakah itu kredibel?? Kalo cm satu kali dua kali sih wajar, nah ini salah input berkali-kali, apakah masih kredibel???

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini