Politikus PDI Perjungan Eva K Sundari.FOTO:istimewa

telusur.co.id- Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto terkesan tidak memberikan pendidikan politik yang baik bagi generasi muda, dengan sikapnya mengebrak-gebrak meja podium kampaye. Prabowo disarankan saat kampanye melontarkan gagasan kebangsaan agar kaum milenial tertarik untuk masuk politik praktis.

Demikian disampaikan oleh Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Eva Kusuma Sundari kepada menanggapi aksi Prabowo yang memukul meja saat pidato kampanye di Yogjakarta, kemarin.

“Jadi, aku melihatnya bukan pendidikan politik yang baik. Bukan contoh yang baik bagi anak muda yang harusnya bercita-cita untuk menjadi politisi,” kata Eva kepada telusur.co.id, Selasa (9/4/19).

BACA JUGA :  Siti Zuhro: Kaum Milenial Cenderung Pilih Sosok Capres-Cawapres yang Tegas

Politikus PDIP ini menegaskan, para pemimpin itu seharusnya memberikan contoh pendidikan politik yang baik dengan mengeluarkan gagasan-gagasan. Karena, bukan tidak mungkin, aksi marah-marah seorang pemimpin akan diikuti oleh para penerus bangsa.

Eva juga menangkapi ucapan Prabowo dalam momen kampanye Pilpres 2019 ini yang kerap melontarkan ada kebocoran anggaran. Jika ada, kata Eva, sebaiknya ditunjukkan dimana “kebocoran” tersebut, dan apa solusi yang ditawarkan.

“(Kampanye) ini kan harusnya kontestasi gagasan untuk penyelesaian masalah-masalah. Misalkan, masalah kebocoran. Kalau memang beliau bicara, tapi apa kemudian penyelesaiannya? bukan hanya marah-marah dan mengepresikanya marah seperti itu. Jadi, kan seperi pendidikan politik nggak jalan,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Manfaatkan Teknologi, Kemenkop Dorong Kaum Milenial  Bisnis Koperasi

Meskipun, kata Eva, TKN tentu mendapat keuntungan dari sikap Prabowo yang memperlihatkan karakter aslinya. Namun, Eva juga menyoroti para perempuan pendukung Prabowo.

“(Prabowo marah-marah) ada plus dan minusnya. Plus bagi kami yang pesaingnya, tapi bagi pendukungnya saya kasihan juga lihat ibu-ibu di pendukungnya tersebut. Itu menurut ku harus terkontrol temperamen seorang pemimpin,” tandasnya. [asp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini