Foto: Istimewa

telusur.co.id— Pemberian amplop kepada Kiai, sah-sah saja dilakukan. Sebab, banyak tamu yang berkunjung ke pondok pesantren juga melakukan hal yang sama.

Demikian disampaikan oleh pengamat politik dari Universitas Al-Azhar, Ujang Komaruddin menanggapi cuplikan video dugaan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan yang membagikan amplop kepada kiai.

“Harus dilihat dulu konteksnya. Jika memberi amplop itu untuk sedekah kepada Sang Kiai sah-sah saja. Karena banyak tamu-tamu yang berkunjung ke pondok pesantren melakukan hal serupa. Memberi sedekah ke sang Kiyai,” ujar Ujang kepada telusur.co.id, Kamis (4/4/19).

Menurut Ujang, dugaan pemberitaan amplop yang dilakukan Luhut itu hendaknya di lihat terlebih dahulu motifnya. Jika, ada kaitan dengan Pilpres, apalagi imbauan untuk mendukung salah satu Paslon, tentu hal seperti itu tak boleh dilakukan.

BACA JUGA :  Meniru Jepang Pasar Ikan Modern Mulai Dibangun, Susi-Anies Letakan Batu Pertama

“Jika pemberian amplop itu untuk tujuan politik, itu patut disayangkan,” jelasnya.

Ia meminta, publik tidak menghakimi sebelum menunggu klarifikasi langsung dari Luhut maupun dari pihak pondok pesantren.

“Kita mesti menunggu klarifikasi dan pihak Luhut dan pesantren.
Karena tuduhan Andi Arif kan harus diklarifikasi,” tegasnya.

Kendati begitu, menurut Ujang, bila memang dugaan tingkah laku Luhut dianggap merugikan salah satu pihak, lebih baik dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

“Jika memang motifnya politik, harusnya kubu 02 melaporkannya ke Bawaslu,” tandasnya.

Sebelumnya, beredar video yang diduga adalah Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan yang terlihat datang dengan beberapa orang yang mengenakan baju berwarna putih. Dalam video itu, Luhut sempat meminta kepada sang kiai untuk menyampaikan kepada santri, dan seluruh pengikutnya untuk datang ke TPS pada 17 April nanti.

BACA JUGA :  Lawan Kezaliman, Fadli Zon Hingga Fahri Rilis Shalawat Perjuangan

Ia juga meminta kepada sang Kiai agar mengimbau para santri dan pengikutnya untuk memutihkan TPS. “Umat, santri datang ke TPS, semua kita pakai baju putih,” ucap Luhut kepada sang kiai sambil agak berbisik saat menyebut kata ‘baju putih’.

Video itu kemudian beredar, salah satunya dicuit ulang oleh Wasekjen DPP Partai Demokrat, Andi Arief. Andi menilai langkah Luhut sebagai aksi beli suara untuk kepentingan Jokowi di Pilpres 2019.[Far]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini