Ahmad Yani/Istimewa

telusur.co.id – Politisi Partai Bulan Bintang (PBB) Ahmad Yani mendesak Badan Pengawas Pemilu dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) membongkar kejahatan pemilu yang terjadi di Selangor Malaysia dan wilayah lain.

Menurut Yani, kejahatan Pemilu adalah penghinaan demokrasi. “Dan wajib bagi KPU dan Bawaslu untuk membongkarnya,” desak Ahmad Yani, Senin.

Jika tidak dituntaskan akan menjadi preseden buruk bagi demokrasi. Yang lebih parah lagi, kasus kejahatan pemilu telah membuat citra Indonesia jelek di mata dunia internasional.

“Ini menghina demokrasi pancasila, memalukan Indonesia di mata dunia,” Yani menerangkan.

BACA JUGA :  DKPP Berikan Sanksi Keras Ke Evi Novida Manik

Tapi anehnya, berbagai kecurangan dan kejahatan yang terjadi di berbagai wilayah dianggap sepele oleh komisioner KPU. Bahkan, dianggap sampah.

“Kenapa KPU menganggap itu biasa, dan bukti kecurangan itu dianggap sampah,” ujar dia menyesalkan.

Dengan sikap KPU yang seperti ini, rakyat Indonesia akan mempertanyakan kredibilitas dan kapasitas komisioner KPU dalam menjalankan tugas dan fungsinya. “Bisakah kita mempercayai KPU yang begini?” Yani mempertanyakan.

Sebelumnya, Komisioner KPU RI Ilham Saputra menyatakan surat suara yang diduga tercoblos di Selangor, Malaysia, sudah dianggap sebagai sampah. Alasannya, belum bisa dipastikan keasliannya mengingat KPU tidak diberikan akses oleh polisi setempat untuk memeriksa temuan surat suara itu. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini