Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Ustaz Slamet Maarif / Net

telusur.co.id – Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Ustaz Slamet Maarif menegaskan, bahwa perkara yang menimpa Ustaz Bukhori Muslim (UBM) adalah kasus pribadi terkait perselisihan bisnis travel dan utang piutang, itu pun kasus lama.

“Seharusnya masuk kasus perdata, tetapi entah kenapa dapat beralih menjadikannya kasus pidana, lalu langsung digrebek dan ditahan, tanpa proses pemanggilan dan pemeriksaan sebagamana mestinya,” kata Slamet dalam keterangannya, Sabtu (6/4/19).

Slamet menduga, kasus yang ditimpakan kepada Bikhori tampaknya ada kaitan masalah politik dengan status yang nersangkutan sebagai Caleg salah satu partai politik, sekaligus sebagai Aktivis 212.

“Jadi kami dari PA 212 tetap akan selalu mendampingi dan melakukan pembelaan terhadap UBM semaksimal mungkin, termasuk monitoring perkembangan penanganan kasusnya,” terang Slamet.

Selanjutnya, kata Slamet, PA 212 melalui para pengacara terhadap penahanan yang bersangkutan, akan mengambil langkah hukum, diantaranya sesegera mungkin akan mengajukan permohonan penangguhan penahanan

“Ada pun soal-soal lainnya yang berhubungan dengan perkara aquo , silakan komunikasi dengan Kuasa Hukum UBM yang telah ditunjuk oleh yang bersangkutan,” tandasnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menahan Ustaz Bukhori Muslim atas dugaan penipuan terhadap jemaah calon haji. Kabar tersebut disampaikan pengacara Kapitra Ampera saat mendatangi Mapolda Metro Jaya, Kamis (4/4/19).

Kapitra mengaku diminta untuk menjadi pengacara Ustaz Bukhori. Kapitra menuturkan, ustaz Bukhori meneleponnya dua kali. Bukhori mengabarkan bahwa dirinya ditangkap dan ditahan di Polda Metro Jaya.

“Kasusnya dugaanya kasus penipuan penggelapan lah,” kata Kapitra di Mapolda Metro Jaya, Kamis (4/4/19).

“Saya memastikan karena keluarga sudah menghubungi saya, saya memastikan kalau memang dia ditahan di situ, dia lagi diperiksa,” sambung Kapitra.

Caleg PDIP itu mengatakan, kasus ini mencuat setelah ada calon jemaah umroh yang batal berangkat.

“Jadi menurut beliau ini kejadiannya sudah bulan April tahun lalu dilaporkan karena ini ada jemaah yang mau haji tapi nggak jadi berangkat,” kata Kapitra.

Korban melaporkan ustaz Bukhori ke Polda Metro Jaya atas dugaan penipuan perjalanan haji. Korban disebut-sebut mengalami kerugian mencapai USD 135.000. Kapitra menyebutkan, Bukhori baru mengembalikan USD 30.000.

“Ya itu dia enggak dijelasin untuk apa (uang USD 135.000). Kalau enggak salah untuk haji ya karena ada paspornya juga ya. Mungkin untuk diberangkatkan haji dia yang ngurus,” ujar Kapitra.

Kapitra tidak bisa menerima tawaran mendampingi Bukhori. Alasannya karena saat ini dia masih sibuk sebagai calon anggota legislatif.

“Ya mungkin nanti kalau lanjut ya, tapi saya belum bisa dampingi karena saya nyaleg,” ucapnya.

Bukhori diamankan di kediamannya Perum Taman Permata Cikunir, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (4/4) subuh.[asp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini