Muda Saleh dalam sebuah diskusi di Kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

telusur.co.id – Analis Sosial, Muda Saleh mengatakan fenomena 554 petugas pemilu yang meninggal dunia merupakan situasi darurat yang seharusnya diumumkan oleh pemerintah.

“Coba saja kalau ini sebuah kejadian bencana alam, jumlah korban tewas hingga 500 orang lebih, ini sudah darurat namanya,” ujar Muda Saleh dalam sebuah diskusi di Kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

Yang menariknya, ungkap dia, media dan masyarakat seolah-olah tak melihat ratusan petugas yang meninggal dunia sebagai bencana yang harus direspon cepat oleh pemerintah. “Seperti minum pil tidur dan seolah hanya berfikir tentang kemenangan terhadap calon yang diunggulkannya,” keluhnya.

BACA JUGA :  Agar Ulama Tetap Dihormati, Ma'ruf Amin Disarankan Mundur dari MUI

Karenanya, ia menyesalkan sikap presiden Jokowi yang belum mengambil langkah strategis terkait peristiwa ini. ”Ini yang ada cuma menyampaikan duka sambil bicara santunan. Presiden kita ini doyan sekali bicara santunan, seperti beberapa hari ini, ia justru sibuk sekali membahas soal THR dan gaji ke-13 bagi para PNS,” tambahnya.

Seharusnya, Presiden Jokowi memberikan keterangan kepada masyarakat yang membutuhkan informasi yang valid terkait penyebab terjadinya angka kematian yang terbilang banyak.

“Harusnya bicara. Mendesak pihak-pihak tertentu untuk mengungkap apa penyebabnya (kematian petugas pemilu). Agar terang benderang, jadi masyarakat kita juga gak penasaran. Ini kan bisa bikin nanti ke depannya orang takut jadi anggota KPPS pada pemilu mendatang, karena takut mati,” tutupnya. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini