Ilustrasi KPPS meninggal

telusur.co.id — Lembaga kemanusiaan MER-C menilai, pemerintah tidak memiliki upaya serius untuk mencegah masih berjatuhnya para petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara), yang kian hari terus meningkat.

“Pemerintah terkesan tidak memiliki sense of crisis dan sense of emergency terhadap rakyat yang berguguran dalam pesta demokrasi. Kami melihat ada pembiaran terhadap jatuhnya korban,” kata Koordinator MER-C, Jose Rizal dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Rabu (15/5/19).

MER-C, kata Rizal, telah menetapkan kejadian meninggalnya ratusan petugas KPPS itu sebagai bencana kemanusiaan, sejak dua pekan pasca pemilu. MER-C juga telah membentuk Tim Mitigasi Kesehatan Bencana Pemilu 2019.

BACA JUGA :  Meninggalnya 144 KPPS, Mantan Jubir Gusdur Kritik Pernyatan Jokowi

MER-C mendesak pemerintah dan KPU untuk peduli terkait persoalan ini. Yakni dengan turun langsung melihat korban-korban yang sakit dan menangani mereka termasuk pembiayaan rumah sakit dan seterusnya hingga mereka sembuh.

Menurut Rizal, perlu ada langkah konkret untuk mencegah kematian lebih banyak.

“Kematian memang bisa disebabkan kelelahan, selama dia ada riwayat penyakit lain seperti serangan jantung. Tetapi harus didalami, tidak bisa sekadar hipotesis. Pembuktiannya harus melalui COD (cause of death),” tandasnya.[Ham]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini