telusur.co.id РMenteri Koperasi dan UKM Puspayoga mendorong koperasi dalam lingkungan PT Garuda Indonesia bersatu. Tujuannya, agar tumbuh dan berkembang menjadi koperasi besar. 

Menurut dia, bergabungnya koperasi-koperasi itu akan meningkatkan aset dan mempercepat pengembangan usaha.

“Saya dengar dari¬† Pak Askhara (Dirut Garuda Indonesia, red) bahwa di lingkungan Garuda Indonesia memiliki beberapa koperasi. Saya juga sepakat dengan pak Dirut, agar koperasi di Garuda Indonesia ini bersatu dulu, saya yakin akan cepat besar,” kata Puspayoga pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Awak Pesawat Garuda Indonesia (Koapgi) XVII tahun buku 2018, Kamis (2/5/19).

Puspayoga mengatakan, beberapa koperasi di tanah air yang kini sudah besar juga karena bersatu lebih dulu, seperti KWSG (Koperasi Warga Semen Gresik) Semen Gresik Group,  KISEL (Koperasi Seluler) PT Telkomsel.

“Aset mereka triliunan, saya yakin Koapgi dan koperasi di Garuda Indonesia bisa seperti mereka,” paparnya.

BACA JUGA :  Kemenkop dan UKM Apresiasi Perusahaan yang Dirikan Koperasi

Puspayoga juga menyoroti Reformasi Total Koperasi yang digulirkan sejak 2015. Menurutnya, tujuan utamanya ialah menjadikan koperasi berkualitas secara keanggotaan,  aset, usaha dan lainnya.   

Karena itu,  jumlah koperasi yang di 2014 mencapai 209 ribu, kini sudah turun menjadi hanya 130 ribu. Dapat dilihat sudah banyak koperasi yang beromzet triliunan, bahkan koperasi masuk bursa saham, dan menjadi penyalur KUR (Kredit Usaha Rakyat).

Keberhasilan Reformasi Total Koperasi terlihat dari PDB koperasi pada  2014  terhadap PDB Nasional hanya 1,71 persen, di 2017 sudah meningkat  menjadi 4,48 persen.

Di tempat yang sama, Dirut PT Garuda Indonesia (persero) Ari Askhara mengimbau koperasi di lingkungan BUMN penerbangan untuk bersatu, sebelum melakukan pengembangan usaha.

“Di Garuda Indonesia ada Kokarga (Koperasi Karyawan Garuda Indonesia), ada juga koperasi di anak perusahaan. Pengalaman saya saat di Pelindo III dan Wijaya Karya, dengan bersatu dulu koperasi, ya akan cepat besar,” kata Askhari yang sempat membina koperasi di dua BUMN tersebut.

BACA JUGA :  Kemenkop Dorong Koperasi Lakukan Hilirisasi Produk Pertanian

Di Pelindo III, tutur Askhara, sempat ada beberapa koperasi. Ia meminta koperasi itu bergabung   dulu, kemudian baru membuka peluang pada koperasi untuk menjalankan sepertiga usaha Pelindo III. Hasilnya pada 2013 koperasi karyawan di Pelindo mampu  membukukan SHU Rp 14 miliar. 

“Di Wijaya Karya juga demikian, setelah beberapa koperasi disana bersatu  pada 2016 mampu membukukan SHU Rp 12 miliar,” katanya.

Ia yakin banyak peluang bisnis  yang nanti bisa dikerjakan oleh koperasi di PT Garuda Indonesia, jika  sudah melebur dalam satu koperasi.[Ham

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini