juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Rahayu Saraswati Djojohadikusumo./Net

telusur.co.id – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) diminta mengusut tuntas dugaan pelanggaran HAM yang terjadi pada aksi 21-22 Mei beberapa waktu lalu. Tujuannya agar tidak menimbulkan keresahan di tengah publik.

Permintaan itu disampaikan oleh juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, Senin (27/5/19).

“Komnas HAM dibentuk untuk mereka mengusut tuntas dugaan tersebut. Terlebih dalam hal ini karena ada korban anak dan banyak berita yang bertebaran yang telah menimbulkan keresahan masyarakat,” ujar Rahayu.

Politikus Partai Gerindra ini berharap, dalam menginvestigasi, Komnas HAM dapat bersifat objektif dan netral dalam bekerja di tengah hiruk pikuk politik. Komnas HAM, juga harus mengedepankan kejelasan dan kebenaran.

BACA JUGA :  Komnas HAM Sayangkan Kedua Capres Tak Jelaskan Konsep Prinsip HAM Dalam Pemerintahan

Harapannya, agar keluarga yang ditinggalkan bisa tenang karena mengetahui kejelasan penyebab meninggal keluarganya.

“Agar tidak merasa terombang – ambing dengan ketidakjelasaan dan terus meninggalkan tanda tanya yang hanya akan membuka pintu untuk tuduhan dan fitnah,” tandas Rahayu. [asp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini