Ilustrasi Media Sosial / Net

telusur.co.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) resmi membuka atau menormalkan kembali pembatasan sebagian fitur platform di media sosial (medsos).

Hal itu disampaikan oleh Pelaksana tugas (Plt) Kepala Humas Kominfo Ferdinandus Setu dalam keterangannya, Sabtu (25/5/19).

“Normalisasi atau pengembalian fungsi fitur pengiriman gambar, foto dan video itu diambil karena situasi yang kondusif. Situasi pasca kerusuhan sudah kondusif sehingga pembatasan akses fitur video dan gambar pada media sosial dan instant messaging difungsikan kembali,” kata Ferdinan.

Kominfo juga mengajak semua warganet agar senantiasa menjaga dunia maya dan dipergunakan untuk kegiatan positif.

BACA JUGA :  Bawaslu Akan Pelototi Medsos

“Semua masyarakat pengguna media sosial, instant messaging maupun video file sharing untuk senantiasa menjaga dunia maya Indonesia. Digunakan untuk hal-hal yang positif,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Ferdinan menuturkan pesan dari Menteri Kominfo Rudiantara, mengajak warganet di Indonesia untuk memerangi hoaks, ujaran kebencian dan provokasi.

“Ayo kita perangi hoaks, fitnah, informasi-informasi yang memprovokasi seperti yang banyak beredar saat kerusuhan,” kata Ferdinand menyamapaikan pesan Rudiantara.

Kominfo juga mendorong masyarakat untuk melaporkan jika menemukan keberadaan konten dalam situs atau medsos mengenai aksi kekerasan atau kerusuhan di Jakarta.

BACA JUGA :  17 Tips Untuk Caleg, Manfaatkan Medsos Jelang Pencoblosan

“Kementerian Kominfo mengimbau agar pengguna telepon seluler atau gadget dan perangkat lain segara menghapus pemasangan (uninstall) aplikasi virtual private network (VPN) agar terhindar dari risiko pemantauan, pengumpulan hingga pembajakan data pribadi pengguna,” tandasnya.

Sebelumnya, Kominfo membatasi akses medos seperti WhatsApp (WA), Instagram dan Line. [asp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini