Gambar/Net

Sepengetahuan kita melalui firman Allah Subhannahu wa Ta’ala. Bahwa Al Qur’an untuk pertama kali di turunkan ke dunia, di bawa Malaikat Jibril pada bulan Ramadhan. Di dalam Al Qur’an, surat Al Baqarah ayat 185, jelas di sebutkan bahwa Al Qur’an di turunkan sebagai petunjuk (hudan). Petunjuk buat siapa? Petunjuk utk seluruh umat manusia. Sebagai penjelas (bayyinat) atas petunjuk itu dan sebagai pembeda (furqon) antara yang benar dan yang batil.

Al Qur’an yang diturunkan Allah Azza wa Jalla ke muka bumi denfan penerimanya Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wassalam adalah untuk kemaslahatan umat manusia. Umat yang muncul mengikuti Rasulullah Saw, merupakan generasi terbaik (khairu ummah) dan diridhai Allah Swt. Mereka di lahirkan untuk umat manusia. Karena mereka menyuruh berbuat yang makruf dan mencegah dari berbuat yang mungkar serta beriman kepada Allah. Akan lebih baik jika ahli kitab menjadi orang yang beriman. Tetapi tidak semuanya beriman. Kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik. (Lihat. QS. Ali Imran [3] : ayat 110).

Pada bulan Ramadhan ini, dimana-mana. Apakah di musholah, di mesjid atau pun di rumah. Setiap ada kesempatan umat Islam selalu memanfaatkan celah waktu untuk membaca Al Qur’an. Misal pada jam kantor, biasanya waktu istirahat utk sholat dan makan satu jam. Maka usai sholat zhuhur dimanfaatkan utk membaca Al Qur’an. Interaksi dengan Al Qur’an dalam ramadhan lebih tinggi. Kalau ingin khatam satu kali, maka setiap usai sholat fardhu. Minimal membaca 4 halaman Al Qur’an.

Sebaiknya ketika membaca Al Qur’an, pelajari makna terdalam apa yang terkandung. Sudah sesuaikah cara hidup kita dengan isi Al Qur’an. Bila ya ada kesesuaian syukur alhamdulillah dan terus tingkatkan. Tetapi apabila masih ada yang berkeliruan, segeralah beristighfar dan memohon ampun untuk bertobat. Dalam soal apa pun. Apakah kehidupan rumah tangga, kehidupan sosial kemasyarakatan. Sosial ekonomi dan perdagangan. Atau kehidupan sosial politik. Bisa saja kita meninggal dalam keadaan kafir, gara-gara menerima uang serangan fajar. Atau curang dalam menakar dan menghitung. (QS. Al Muthaffifin [83] : Ayat 1).

Sebenarnya jangan hanya rame membaca Al Qur’an di bulan Ramadhan. Itu pun hanya membaca, tidak mendalami makna yang tersirat. Karena Allah dalam firman-Nya telah mengingatkan : “Wahai manusia! Sungguh telah datapabielaaa-mu pelajaran (Al Qur’an) dari Tuhanmu. Penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.” (QS. Yunus [10] : 57).

Interaksi dengan Al Qur’an harus kontinyu. Karena Al Qur’an adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang yang beriman. Orang tidak beriman, pada telinga mereka ada sumbatan, dan Al Qur’an itu merupakan kegelapan bagi mereka. (Lihat. QS. Fussilat [41] : 44). Semestinya seperti yang dilakukan sebuah grup WA (FMI). Anggotanya setiap saat setor telah menyelesaikan jus sekian. Dan tanpa di sadari ini memberikan dampak positif bagi anggotanya. Inilah salah satu usaha, dalam menginginkan ridha Allah.[***]

Salam dari Mutiara Baru
Kamis, 16 Mei 2019.

abu hanifah

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini