Ilustrasi KPPS meninggal

telusur.co.id – Praktisi kesehatan Dhinda Nasrul menilai, seharusnya sejak awal Komisi Pemilihan Umum (KPU) bisa mengantisipasi para petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) agar tidak meninggal dengan jumlah yang cukup besar. Caranya, dengan membagi waktu kerja.

“(KPU) Sudah tahu begitu (Pemilu) akan memakan waktu lama. Seharusnya sudah dibuat shift untuk petugas,” kata Dhinda dalam sebuah diskusi bertajuk “Tumbal Demokrasi Dibalik Traggedi Kematian 555 Orang” di Kawasan Menteng, Jakarta, Minggu (12/5/19).

Dhinda mengaku heran, jika dalam pelaksanaan Pemilu, para petugas KPPS tidak ada shift-nya. Padahal, mereka bekerja cukup lama.

BACA JUGA :  Hasil Investigasi Kemenkes Adalah Jawaban Penyebab Gugurnya Petugas KPPS

Dhinda lantas membandingkan, kerja di dunia kesehatan saja, ada pembagian waktunya. “Bekerja di bidang kesehatan saja ada shift, atau ada waktu jaga untuk pagi atau sore,” imbuh Dhinda.

Selain itu, Dhinda juga menyoroti kecilnya dana yang diterima para petugas KPPS di tengah kerja yang over time. Na’asnya lagi, mereka juga tidak menerima uang lembur.

“KPPS ini yang cuma dibayar Rp 500 ribu kemudian ditambah khawatir makan enggak ya, aman enggak ya, ini makanan dikasih orang,” tandasnya.[Ham]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini