Kiri ke kanan: Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra; Ketua Umum PSI Grace Natalie; dan Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra / Dok telusur.co.id

telusur.co.id – Pada pemilihan umum 2019, yang digelar 17 April lalu, tidak hanya memilih pasangan calon presiden dan calon wakil presiden saja. Tetapi juga memilih calon anggota legislatif dari 16 partai politik peserta pemilu. Tentu saja para caleg itu bersaing untuk memperebutkan suara rakyat, agar dapat duduk di kursi parlemen.

Kurang lebih tiga jam setelah pencoblosan, sejumlah lembaga survei merilis hasil penghitungan cepat pilpres dan pileg. Dan rata-rata hasil hitung cepat lembaga survei angkanya hampir sama.

Mengacu hasil quick count, ada tujuh partai peserta pemilu 2019, yang terlihat gagal memenuhi ambang batas atau parliamentary threshold yang telah ditentukan, yakni sebesar 4 persen, untuk dapat menempatkan wakilnya di DPR RI.

Berdasarkan hasil hitung cepat, partai yang tidak bisa mengirimkan wakilnya ke Senayan yakni; Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Berkarya, Partai Perindo, dan Partai Garuda.

Akibat kegagalan partai menembus abang batas 4 persen, tentu saja membuat sejumlah politikus populer, juga artis-artis ternama terancam gagal duduk di parlemen.

Karena ambang batas itulah, popularitas dan sepak terjangnya para tokoh di dunia politik dirasa belum cukup untuk meloloskan mereka, agar bisa berkantor di Senayan.

Berikut daftar politikus populer yang terancam gagal berkantor di Senayan;

1). Hutomo Mandala Putra


Ketua Umum Partai Berkarya, Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto)


Tommy Soeharto adalah Ketua Umum Partai Berkarya. Ia pernah menjabat sebagai anggota Fraksi Karya Pembangunan DPR RI pada 1 Oktober 1992 hingga 21 Mei 1998. Tommy juga merupakan putra dari Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto.

2). Siti Hediati Hariyadi

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya, Siti Hediati Hariyadi (
Titiek Soeharto
)


Titiek Soeharto adalah Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya besutan Tommy Soeharto. Titiek adalah Anggota DPR RI Fraksi Golkar sejak 1 Oktober 2014 hingga 11 Juni 2018. Titiek merupakan putri dari Presiden ke-2 Republik Indonesia Soeharto. Titiek juga adalah mantan istri dari calon presiden nomor pemilihan 02, Prabowo Subianto.

BACA JUGA :  Politikus PBB Minta Masyarakat Tak Terjebak Quick Count

3). Yusril Ihza Mahendra


Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra


Yusril adalah Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB). Yusril sengaja turun gunung menjadi caleg dengan tujuan untuk mendongkrak suara partainya agar dapat memenuhi ambang batas lolos ke parlemen. Sayangnya, kelincahan manuver politik, serta kepopuleran nama Yusril tak juga mendongkrak suara PBB. Menurut hasil survei quick count lembaga survei, PBB hanya mendapatkan suara tak lebih dari dua persen.

4). Aceng Fikri

Mantan Bupati Garut, Jawa barat, Aceng Fikri


Siapa yang tidak kenal Aceng Fikri. Dia adalah bekas Bupati Garut, Jawa barat yang menjabat pada 2009 hingga 2013. Pada Pemilu 2019, Aceng mencalonkan diri sebagai caleg DPR RI dari Partai Hanura. Ia dipastikan gagal lantaran Perolehan suara Parai Hanura yang tidak lebih dari empat persen.

5). Gede Pasek Suardika

Mantan Ketua Komisi III DPR RI, Gede Pasek Suardika


Gede Pasek adalah caleg dari Partai Hanura. Dia adalah mantan Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat. Ia dipastikan gagal lantaran Perolehan suara Parai Hanura yang tidak lebih dari empat persen. Hal itu yang menghentikan langkahnya untuk duduk di Senayan.

6). Icuk Sugiarto

Mantan atlet bulutangkis Indonesia, Icuk Sugiarto


Icuk adalah mantan atlet bulutangkis kebanggaan Indonesia. Di Pemilu 2019, ia mencalonkan diri sebagai caleg DPR RI dari Partai Hanura Dapil Jakarta IV. Seperti Pasek dan Aceng, kegagalannya melangkah ke senayan karena Partai Hanura yang menurut quick count mendapat perolehan suara sebesar 1,7 persen, atau tidak menembus ambang batas.

7). Grace Natalie

Ketua Umum PSI, Grace Natalie


Grace adalah Ketua Umum PSI. Ia juga hampir dipastikan gagal duduk di Senayan setelah perolehan suara partainya tidak melebihi ambang batas 4 persen. Mantan news anchor yang di dalam iklan kampanye sering mengatakan “udah, udah, udah”, ini mencalonkan diri sebagai caleg DPR RI dari Dapil DKI Jakarta III.

BACA JUGA :  Raih Suara Millenial, 3 Caleg Muda Gerindra Jaktim Ini Bakal Melenggang ke Kebon Sirih

8). Tsamara Amany Alatas

Politikus PSI Tsamara Amany Alatas


Tsamara dikenal sebagai politikus muda PSI. Wanita berusia 22 tahun tersebut mencalonkan diri menjadi caleg DPR RI dari Dapil DKI Jakarta II pada Pemilu 2019. Meski belum ada hasil resmi KPU, Tsamara mengakui kekalahannya dalam Pileg 2019.

9). Muhammad Ali Reza

Ketua DPW Partai Berkarya DKI Jakarta, Muhammad Ali Reza


Ali Reza adalah Ketua DPW Partai Berkarya DKI Jakarta. Ia adalah cucu presiden ke-2 RI Soeharto. Menantu Tutut Soeharto ini hampir dipastikan gagal ke Senayan menyusul perolehan suara Partai Berkarya yang hanya sebesar 2,3 persen sesuai hasil survei real count beberapa lembaga survei.

10). Reza Artamevia

Artis tarik suara, Reza Artamevia


Reza Artamevia adalah artis tarik suara. Reza maju di Pileg 2019 dari dapil dua di Jabar 11 Tasikmalaya yang meliputi Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya dan Garut. Perempuan 45 tahun ini sangat getol berkampanye masuk-keluar wilayah dapilnya jelang Pileg 2019. Reza dipastikan gagal ke Senayan setelah partai yang menaunginya, Perindo tak dapat menembus ambang batas parlemen sebesar empat persen. Hal itu diketahui lewat quick count sejumlah lembaga survei dan rekapitulasi real count partai politik di KPU.

11). Sultan Djorghi

Pemain sinetron dan penyanyi dangdut, Sultan Djorghi


Sultan Djorghi adalah pemain sinetron dan penyanyi dangdut. Pria berusia 42 tahun itu harus mengakui kenyataan gagal menjadi caleg di dapil Jawa Barat VIII, meski sebelumnya kerap turun ke desa-desa di dapilnya di Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cirebon, dan Kota Cirebon. Lewat gerbong Partai Berkarya, Sultan mencalonkan diri di Pileg 2019. Namun, partai yang dikomandani Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto itu tak dapat maksimal meraih suara saat Pemilu 2019. Partai Berkarya tak dapat menembus ambang batas parlemen sehingga menghempaskan cita-cita Sultan Djorghi ke DPR.

[ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini