Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, As'ad Said Ali / Repro

telusur.co.id – Nahdlatul Ulama (NU) adalah organisasi pemersatu. Bahkan, berdasarkan hasil penelitian lembaga politik bernama Alvarah, organisasi masyarakat yang dibangun dari KH Hasyim Asyari itu memiliki sebaran suara di semua partai politik.

Demikian dikatakan, Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), As’ad Said Ali dalam acara ‘Dialog Kebangsaan’ sekaligus buka bersama di rumah dinas Wakil Ketua MPR RI, Muhaimin Iskandar, di Widya Chandra, Jakarta Selatan, Sabtu (18/5/19).

“Dua puluh delapan persen suara masuk ke PDI-Perjuangan ini memang agak menyedihkan sebab boleh lah kita minta minimal separuhnya ke PKB,” kata Assad Ali.

BACA JUGA :  Persoalan HTI Jangan Dibawa ke Mimbar-mimbar

Mantan Wakil Ketua BIN itu menyakini hal tersebut bisa terlaksanakan kalau pimpinan NU menyatakan bahwa, PKB adalah kendaraan resmi NU. Kemudian untuk sebaran suara sendiri, kata Assad, ada delapan persen. “Untuk PKB 11 persen ini periode kemarin yah.”

“Ini menunjukkan bahwa NU adalah persatuan. Semoga NU dapat barokah dari politik. Kalau Cak Imin minta sepuluh (menteri), maka doakan lebih dari sepuluh,” kata dia.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar dalam acara yang sama mengatakan di pemerintahan lima tahun ke depan, PKB berharap mendapatkan jatah 10 menteri.

BACA JUGA :  Kata PBNU, Anggota Banser Membakar Bendera Korban Provokasi

“Semoga dari PKB yang masuk DPR ada 60 orang, dan semoga 10 menteri dari PKB,” kata Cak Imin.

Dia mengatakan, ucapannya tersebut merupakan sebuah doa, dan berdoa tentu tidak dilarang. Pengakuan Imin, banyak pihak yang marah ketika dirinya berharap mendapatkan 10 menteri di kabinet Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

“Namanya juga doa masa nggak boleh. Kemarin saja banyak yang marah. Doanya sepuluh yang dapat sembilan ya Alhamdulillah,” kata Imin. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini