telusur.co.id – Merebaknya kotoran sapi di Kabupaten Kuningan, khususnya di wilayah Sentra Sapi Perah, sudah sangat meresahkan.

Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM Abdul Kadir Damanik menyatakan, bila tak segera diatasi bisa berujung pada krisis sosial antara peternak sapi dengan masyarakat sekitar.

“Saya mendorong koperasi peternak sapi dan koperasi susu yang ada di Kuningan untuk membangun pabrik pupuk dan gas berbasis kotoran sapi,” kata Damanik, dalam acara sosialisasi pola kemitraan usaha rantai nilai/pasok antara KUMKM dengan usaha besar, di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Rabu (15/5/19).

Damanik mengajak beberapa stakeholder lain dari pihak usaha besar, seperti PT Pupuk Indonesia (holding), PT Petrokimia Gresik, dan PT Pupuk Kujang, untuk bermitra dengan pelaku koperasi peternak dan susu di Kuningan. Dalam rangka membangun industri pupuk dan gas berbasis kotoran hewan.

BACA JUGA :  Komitmen Pemda Dukung PLUT KUMKM Ditagih

“Kita juga menggandeng Kemenristek Dikti dan Kementerian ESDM yang menyangkut teknologi pengolahan kotoran hewan menjadi pupuk dan energi,” ujarnya.

Damanik berharap kemitraan yang terjalin antara usaha besar dengan KUMKM ini sifatnya bisa saling memperkuat, saling menguntungkan, dan saling membesarkan. “Bila sebelumnya kotoran sapi langsung dijadikan pupuk, sekarang diubah dulu menjadi sumber energi gas. Bila ingin menjadi sumber listrik, harus ada penambahan investasi pembelian genset,” jelasnya.

Untuk mengubah menjadi energi gas, Damanik mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menggandeng Dinas ESDM Jabar untuk menyediakan sebanyak 100 unit Digester. Yaitu sebuah teknologi yang bisa mengubah kotoran sapi menjadi gas atau energi listrik.

BACA JUGA :  Pacu Usaha Lebih Baik, Kelompok Petani Perhutanan Didorong Bentuk Koperasi

“Dalam proses menjadi gas, Digester tetap menyisakan ampas kotoran yang nantinya akan diolah bersama Petrokimia menjadi pupuk organik. Tugas Pupuk Kujang adalah menampung dan memasarkan hasil gas dan pupuk dari Kuningan,” ucapnya.

Untuk mewujudkan kemitraan saling menguntungkan itu, Damanik meyakini Pemkab Kuningan dapat menyiapkan lahan yang dibutuhkan bagi pengembangan industri gas dan pupuk berbasis kotoran sapi di Kuningan.

“Minimal dua hektar lahan yang dibutuhkan, dan saya yakin itu ada. Apalagi, dalam kemitraan ini semua dalam koordinasi dengan Pemkab Kuningan yang membawahi peternak sapi, investor, Kemenkop UKM, dan kementerian lain,” tukas Damanik.[Ham]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini