Konferensi Pers Advokat Senopati 08 di Jakarta, Jumat (31/5/19).

telusur.co.id – Tim pengacara yang tergabung dalam Advokat Senopati 08 membantah jika mantan Danjen Kopassus Mayjen TNI (Purn) Soenarko telah menyelundupkan senjata api untuk aksi 22 Mei.

“Mayjen Purn. Soenarko tidak pernah memasukan, menerima dan mencoba memperoleh senjata M16 A1 maupun M4 Carbine,” kata Anggota Advokat Senopati 08, Firman Nurwahyu dalam Konferensi Pers di Jakarta, Jumat (31/5/19).

Menurut Firman, Soenarko juga tidak pernah membawa atau mempunyai persediaan, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan hingga mempergunakan senjata api M16 A1 maupun M4 Carbine. Dia menegaskan, Soenarko tidak pernah menyuruh orang atau terlibat kericuhan aksi massa pada 22 Mei lalu.

Dia menjelaskan, nama baik Soenarko secara pribadi maupun sebagai pensiunan TNI telah tercoreng dengan adanya tuduhan tersebut. Dia menegaskan, tuduhan yang dilontarkan kepada Soenarko tersebut merupakan perbuatan yang tidak benar serta telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

BACA JUGA :  PENGANIAYAAN/PERSEKUSI NAJIBULLOH DI KARAWANG BUKAN HOAKS

Oleh karenanya, tim pengacara Advokat Senopati 08 meminta penangguhan penahanan Soenarko yang kini telah berstatus tersangka.

“Jangan sampai dia nggak bisa lebaran bareng dengan keluarganya, orang dia juga nggak ngelakuin penyelundupan itu kok,” kata Firman

Diketahui, Soenarko dilaporkan oleh Humisar Sahala dengan Nomor laporan LP/B/0489/V/2019/Bareskrim tertanggal 20 Mei 2019, dengan tuduhan Tindak Pidana Makar UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 110 jo Pasal 108 Ayat (1) dan Kejahatan Terhadap Ketertiban Umum UU Nomor 1 Tahun 1946 Tentang KUHP Pasal 163 bis jo Pasal 146.

BACA JUGA :  PENGANIAYAAN/PERSEKUSI NAJIBULLOH DI KARAWANG BUKAN HOAKS

Humisar mengatakan sebelumnya ia melihat video Soenarko yang viral di situs berbagi video, Youtube dan merasa resah atas pernyataan Soenarko di rekaman video tersebut. Penyidik dari Mabes Polri dan POM TNI telah melakukan penyidikan terhadap Soenarko lalu dilanjutkan pemeriksaan di Markas Puspom TNI, Cilangkap, pada Pada Senin (20/5/19) malam.

Saat ini, Mayjen (Purn) Soenarko telah menjadi tahanan Mabes Polri dan dititipkan di rumah tahanan Militer Guntur. Sedangkan satu orang lain terduga yang ikut diamankan yaitu Praka BP juga ditahan di Rumah Tahanan Militer Guntur. (Ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini