Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia Arief Budiman menjelaskan ruang server KPU kepada Ketua Komite I DPD RI Benny Ramdhani Foto:Bambang Tri P/ telusur.co.id

telusur.co.id- Ketua Komite I DPD RI Benny Ramdhani menegaskan jika ada tuduhan dalam Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) Komisi Pemilihan Umum (KPU) disiapkan dan didesain untuk kepentingan pihak tertentu, itu jelas tidak benar alias hoaks.

“Kalau ada tuduhan KPU selama ini disiapkan dan didesain untuk kepentingan kelompok tertentu, DPD RI berani mengatakan bahwa zero (0) persen tuduhan itu mengada-ada,” demikian Benny Ramadhani ketika usai melakukan kunjungan kerja bersama Anggota Komite I DPD lainya.Rabu (8/5/2019).

Pimpinan dan anggota Komite I DPD RI mendatangi Kantor KPU RI untuk mengecek server dan sistim informasi penghitungan (Situng) KPU.

“Dari catatan Komite I hasil pengawasan ke-34 daerah pada April lalu, DPD RI sudah mengambil keputusan untuk bertemu dengan komisioner KPU, dan Bawaslu terkait tuduhan terhadap situng KPU yang dianggap curang,” kata Benny.

BACA JUGA :  Diskusi “Batas Kewenangan MK Dalam (Menafsir) Konstitusi”

Benny Ramadhani didampingi Wakil Ketua Komite I DPD Yacob Esau Komigi, Eni Sumarni, Muhammad Idris dan Syafrudin Atasoge.

Rombongan Komite I DPD diterima Ketua KPU Arief Budiman dan Ketua Bawaslu Abhan di ruang kerja Ketua KPU. Selesai melakukan pembicaraan tertutup kemudian dilanjutkan peninjauan ke tempat penghitungan (Situng) dan Server KPU.

Menurut Benny, berdasarkan hasil pemantauannya ditemukan beberapa hal, termasuk proses kerja situng, itu sudah bekerja secara profesional.

“Kalau ada tuduhan disiapkan dan didesain untuk kepentingan pihak tertentu, DPD tegaskan itu zero (0) persen. Tidak benar sama sekali,” jelasnya.

BACA JUGA :  Diskusi “Batas Kewenangan MK Dalam (Menafsir) Konstitusi”

Sebab, data dalam Situng itu merupakan data yang sesungguhnya dari formulir C1 yang diterima dari KPPS di seluruh Indonesia.

Sehingga DPD bisa memastikan
selain secara teoritik maupun akademik, Situng ini secara disclaimer, data entri yang ditampilkan pada menu Situng suara adalah data obyektif, dan fakta apa adanya.

“Jadi, sesuai dengan angka yang tertulis pada salinan form C1 yang diterima kabupaten/kota dari KPPS. Dan, kalau ada kesalahan input data, itu langsung bisa diperbaiki dengan koreksi secara berjenjang. Seperti dilakukan KPU pada pemilu sebelumnya,” pungkasnya.Bambang Tri P.

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini