Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade/Istimewa

telusur.co.id – Politikus Partai Gerindra Andre Rosiade menduga, keputusan pemerintahan Joko Widodo membatasi sejumlah platform media sosial, karena terinspirasi dari pemerintah Cina.

“Mungkin pemerintah ini karena keseringan kerja sama dengan pemerintah Tiongkok akhirnya terinspirasi sama pemerintah Tiongkok membatasi media sosial,” kata Andre dalam sebuah diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (25/5/19).

“Mungkin penyakitnya menular karena sering kerja sama dengan pemerintah Tiongkok,” sambungnya.

Menurut Andre, efek dari pembatasan medsos ini berakibat pada berkurangnya pendapatan masyarakat yang kerjanya mengandalkan layanan online.

“Bayangkan, sekarang pengusaha-pengusaha UMKM itu menjerit, nggak bisa jualan, bisnis online-nya ambruk,” imbuh Andre.

Bagi juru bicara BPN Prabowo-Sandi ini, pembatasan medsos sekarang, menunjukkan pemerintahan Jokowi panik dan takut kehilangan kekuasaan. Padahal, perjuangan reformasi yang mengorbankan nyawa, ialah agar ada kebebasan dari warga negara untuk mendapatkan informasi.

“Bayangkan ya, ini 21 tahun reformasi, kita mendapatkan reformasi dengan sulit ya, mengorbankan nyawa, dan perjuangan luar biasa, tiba-tiba di rezim panik ini takut kehilangan kekuasaan,” tandasnya. [asp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini