telusur.co.id – Pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf Amin memang dirancang untuk menang pada Pilpres 2019.

Ekonom senior Rizal Ramli mengatakan, kemenangan itu didapatkan dengan hasil dugaan kecurangan yang cukup masif. Salah satunya ialah persoalan daftar pemilih tetap (DPT) yang tak pernah diproses.

“Skala kecurangannya luar biasa. Sebelum Pilpres, pada saat Pilpres dan setelah Pilpres. Yang paling signifikan adalah daftar pemilih palsu atau abal-abal,” kata Rizal di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (14/5/19).

Rizal berdalih, kemenangan Jokowi pada Pilpres kali sangat tidak masuk akal. Ia mengakui, Pilpres 2014 silam, Jokowi memang sangat populer. Dan, saat itu, kata Rizal, dugaan kecurangannya pun tidak terlalu besar.

“Pada waktu itu (Pilpres 2014) yang milih Jokowi hanya 53 persen. Mungkin kecurangan 2 persen, yang sungguh-sungguh dukung Jokowi hanya 51 persen. Kok bisa, sekarang dirancang supaya Jokowi menang sampai 68 persen,” imbuh Rizal keheranan.

Mantan menteri perekonomian era presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini menganggap, selama kepemimpinan Jokowi, banyak permalasahan terjadi, khususnya persoalan kebutuhan pokok.

“Ekonomi susah, rakyat daya belinya anjlok, harga-harga naik, umat Islam merasa tidak adil, kok bisa naik? Karena memang (Jokowi) dirancang harus menang,” tandasnya.[Far]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini