Mustofa Nahrawardaya / Net

telusur.co.id – Mustofa Nahrawardaya, kader Partai Amanat Nasional itu ditangkap aparat kepolisian di kediamannya, di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Minggu (26/5), sekitar pukul 03.00 WIB.

Mustofa ditangkap karena diduga melakukan tindak pidana ujaran kebencian dan/atau pemberitaan bohong di media sosial Twitter pada 24 Mei 2019.

Perintah penangkapan Mustofa tertuang dalam Surat Perintah Penangkapan Bernomor SP Kap/61 V/ 2019/ Dittpidsiber.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, status Mustofa Nahrawardaya sudah tersangka.

“Kalau sudah ditangkap harusnya sudah tersangka,” kata Brigjen Dedi saat dihubungi, Minggu (26/5/19).

Dedi mengatakan, saat ini Mustofa Nahrawardaya masih menjalani pemeriksaan di Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan. “Masih diperiksa.”

Mustofa ditangkap karena sebagai pemilik/pengguna/pengakses/pengelola akun Twitter @AkunTofa dan @TofaLemonTofa. Mustofa diduga telah menyebarkan hoax dalam cuitannya di akun tersebut.

BACA JUGA :  Polisi Minta Masyarakat Lapor Jika Ada Penyebar Hoax

Mustofa ditangkap untuk diperiksa karena diduga keras telah melakukan tindak pidana ujaran kebencian berdasarkan SARA dan/atau pemberitaan bohong melalui Twitter. Dia dijerat dengan Pasal 45A ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2018 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Adapun cuitan yang dipersoalkan itu diunggah di akun Twitter @AkunTofa. Cuitan itu menggambarkan ada seorang anak bernama Harun (15) yang meninggal usai disiksa oknum aparat.

Innalillahi-wainnailaihi-raajiuun. Sy dikabari, anak bernama Harun (15) warga Duri Kepa, Kebon Jeruk Jakarta Barat yg disiksa oknum di Komplek Masjid Al Huda ini, syahid hari ini. Semoga Almarhum ditempatkan di tempat yg terbaik disisi Allah SWT, Amiiiin YRA,” demikian cuitan di @AkunTofa disertai emoticon menangis dan berdoa.

BACA JUGA :  Hari Ini, Berkas Perkara Ratna Sarumpaet Dilimpahkan Ke Kejati DKI

Namun kemudian Polri membantah. Polri mengatakan peristiwa dalam video tersebut faktanya adalah penangkapan salah seorang perusuh bernama A alias Andri Bibir. Polri memastikan pelaku perusuh itu masih hidup. Peristiwa itu sendiri terjadi pada Kamis (23/5/19). Polri menegaskan narasi dalam video yang viral di Twitter hoax.

Dalam cuitan selanjutnya, akun @AkunTofa sempat ikut meluruskan soal informasi tewasnya Harun disiksa oknum polisi setelah melihat pemberitaan di sejumlah media berdasarkan keterangan dari Polri. Namun seperti yang dikatakan Polri, cuitan Mustofa itu kadung menyebar dan menimbulkan keonaran. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini