Prof.Din Syamsyuddin, Ketua Dewan Pertimbangan MUI/istimewa

telusur.co.id— Berdasarkan konstitusi asas Pemilu/Pilpres adalah jujur, adil, transparan, dan akuntabel. Maka KPU harus memastikan proses penghitungan suara dan penetapan hasilnya berlangsung berdasarkan asas tersebut, khususnya jujur dan adil. Hal ini disampaikan oleh Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin.

“Jika KPU tidak berlaku jujur dan adil, maka Pemilu/Pilpres 2019 akan mengalami cacat konstitusional,” ujarnya melalui keterangan tertulisnya yang dikirim ke media ini melalui via whats app. Minggu, (05/5/2019).

Menurutnya, berbagai laporan/pengaduan tentang kecurangan harus ditabayunkan, yakni diverifikasi atau dijernihkan. Jika laporan kecurangan tersebut tidak terbukti.

BACA JUGA :  Selain Pakar, Aktivis Buruh Hingga Sastrawan Bakal Jadi Panelis Debat Ketiga Pilpres

“Maka itu merupakan fitnah, namun jika terbukti ada kecurangan, maka itu adalah musibah atau malapetaka dalam kehidupan kebangsaan kita,” ungkapnya.

Din menambahkan, pemimpin yang tampil dengan fitnah akan menimbulkan fitnah berkelanjutan, dan pemimpin yang tampil dengan musibah kecurangan akan membawa musibah berkepanjangan bagi bangsa dan negara.

“Saya menghimbau, kepada segenap keluarga besar bangsa, perebutan takhta telah menimbulkan silang sengketa di antara kita. Maka jangan biarkan silang sengketa memecahbelah persaudaraan kita. Mari selesaikan silang sengketa secara jujur dan adil, dan jangan ada dusta di antara kita,” tuturnya.

BACA JUGA :  Pagi Ini, DKPP Sidangkan KPU Dan Bawaslu

Hadits Nabi:
_’Alaikum bi al-shidqi fainna al-shidqa yahdi ila al- birr wa al- birr yahdy ila al-jannah, wa iyyakum wa al-kadziba fa inna al-kadziba yahdi ila al-fujuri wa al-fujur yahdi ila al- nar_

Tegakkanlah kejujuran dan keadilan, karena kejujuran dan keadilan membawa kebenaran dan kebenaran mengantarkan ke surga.

“Hindarilah kebohongan (termasuk kecurangan) karena kebohongan dan kecurangan membawa keburukan dan keburukan mengantarkan ke neraka). Riwayat Bukhari dan Muslim,” tutupnya. (ari)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini