telusur.co.id – Calon legislatif DPR RI berinisial AK dan Caleg DPRD Provinsi berinisial BP dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi. Keduanya dilaporkan atas dugaan gratifikasi yang mengakibatkan perbuatan curang, di Pemilihan Legislatif, di Surabaya dan Sidoarjo.

Adalah Wakil Ketua Umum Lembaga Informasi Masyarakat Lisman Hasibuan, yang melaporkan dua caleg itu ke KPK, hari ini, Rabu (15/5/19).

Dirinya meminta KPK turun tangan mengusut adanya dugaan gratifikasi yang dilakukan oleh caleg tersebut kepada penyelenggara pemilu di Dapil Surabaya dan Sidoarjo.

Bagi Lisman, perbuatan dugaan gratifikasi tersebut telah merusak pesta demokrasi yang seharusnya jujur dan adil. 

“Barang bukti yang diserahkan berupa dokumen-dokumen, pengakuan saksi-saksi dan atau dari pihak penyelenggara dalam bentuk tertulis maupun rekaman video dan audio.” kata Lisman usai membuat laporan di gedung KPK.

Lisman mengungkapkan, pihaknya banyak menerima informasi dugaan kecurangan yang Terstruktur, Sistematis, dan masif (TSM) terkait penyelenggaraan Pemilu 17 April lalu di Surabaya dan Sidoarjo.

Adapun akibat dari kecurangan itu, kata dia, mengakibatkan perubahan suara pada DCT. [ipk] 

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini