Said Didu.Foto:Istimewa

telusur.co.id – Anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto- Sandiaga Uno, Muhammad Said Didu menilai, penetapan tersangka terhadap Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) Eggi Sudjana, menunjukkan bahwa saat ini sudah tidak ada kebebasan berpendapat di negeri ini, kebebasan berpendapat mulai dikerangkeng.

Hal itu disampaikan Said lewat akun Twitternya mengomentari artikel salah satu media daring yang memberitakan soal penetapan Eggi sebagai tersangka dugaan makar oleh Polda Metro Jaya.

“Kebebasan berpendapat mulai dikerangkeng,” kata Said Didu dalam akun twitternya @msaid_didu, Kamis (9/5/19).

BACA JUGA :  Eggi Sudjana Jadi Tersangka Dugaan Makar

Seperti diberitakan, Polda Metro Jaya menetapkan Eggi Sudjana sebagai tersangka dugaan makar. Hal ini berdasarkan surat pemanggilan Eggi sebagai tersangka yang dikeluarkan Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, pihak penyidik akan memeriksa keterangan Eggi Sudjana pada Senin (13/5/2019). Undangan pemanggilan Eggi teregister dalam nomor S.Pgl/3781/V/2019/Ditreskrimum.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar terkait seruan people power. “Betul, sebagai tersangka,” ungkap Argo, Kamis (9/5/19).

Eggi dijerat dengan Pasal 107 KUHP dan atau Pasal 110 KUHP jo Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946.

BACA JUGA :  Mantan Staf ESDM Ini Mengaku Kerap Dapat Tekanan Saat Bahas Freeport

Selain itu, Eggi juga disangkakan melanggar UU ITE Pasal 107 KUHP juncto Pasal 87 KUHP atau Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. (Fhr)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini