Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono. (Foto: Istimewa)

telusur.co.id – Polisi resmi menahan Eggi Sudjana sejak Selasa (14/5/19) sekira pukul 23.00 WIB. Eggi akan ditahan 20 hari ke depan sebagai tersangka kasus dugaan makar.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, keputusan menahan Eggi merupakan subjektivitas penyidik, agar tersangka tidak melarikan diri atau menghilangkan barang bukti. Namun, saat penyidik menyerahkan surat perintah penahanan, Eggi enggan menandatanganinya.

“Tersangka tidak mau menandatanganani surat perintah penahanan. Lalu yang dilakukan penyidik selanjutnya adalah membuat berita acara penolakan penandatanganan di surat penahanan,” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Rabu (15/5/19).

Setelah menandatangani surat penolakan tersebut, kata Argo, akhirnya Eggi menyetujui untuk menandatangani berita acara. Menurut Argo, ada sejumlah alasan yang melatarbelakangi penolakan penandatanganan oleh Eggi.

BACA JUGA :  Anggota Komisi III DPR Jadi Penjamin Eggi Sudjana

“Pertama yang bersangkutan sedang mengajukan praperadilan,” jelasnya.

Selain itu, sambung Argo, Eggi merasa saksi yang diajukan ke penyidik belum dihadirkan semuanya. Alasan lainnya adalah Eggi juga merupakan seorang advokat.

“Itu sejumlah alasan kenapa yang bersangkutan tidak mau tanda tangan. Tidak masalah ada aturan yang mengatur, kemudian tersangka sudah kami masukkan ke Dittahti Polda Metro,” katanya.

Fiketahui sebelumnya, Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) Eggi Sudjana ditetapkan tersangka dugaan makar oleh Polda Metro Jaya. Hal ini berdasarkan surat pemanggilan Eggi sebagai tersangka yang dikeluarkan Polda Metro Jaya dalam surat bernomor S.Pgl/3782/V/2019/Ditreskrimum.

BACA JUGA :  Penangguhan Penahanan Dikabulkan, Dasco Jemput Eggi Sudjana

Eggi diminta datang untuk diperiksa sebagai tersangka oleh penyidik pada Selasa (13/5) sore. Setelah diperiksa selama kurang lebih 13 jam, surat penangkapan terhadap Eggi keluar.

Sebelumnya, Eggi dilaporkan seorang wanita bernama Dewi Tanjung ke Polda Metro Jaya pada Rabu (24/4) lalu. Dewi menilai Eggi berencana melakukan makar terkait seruan people power melalui pidatonya.

Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/2424/IV/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus. Tindakan pidana yang dilaporkan adalah dugaan pemufakatan jahat atau makar. (Fhr)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini