pendidikan profesi advokat angkatan ke XIV di Pascasarjana Universitas Bandar Lampung yang diselenggarakan Peradi dan AAI Cabang Bandar Lampung. Foto :telusur.co.id

telusur.co.id- Advokat harus menjaga kehormatan profesi dan menjaga nilai kode etik dalam menjalankan profesi dan pembelaan hukum.

Demikian disampaikan dosen hukum pidana Universitas Bung Karno (UBK) Azmi Syahputra pada saat jadi nara sumber pada pendidikan profesi advokat angkatan ke XIV di Pascasarjana Universitas Bandar Lampung yang diselenggarakan Peradi dan AAI Cabang Bandar Lampung. Sabtu (11/5)

Melihat fenomena saat ini terdapat nilai-nilai yang hilang dalam profesi advokat pada kebanyakan. Di mana, seharusnya advokat berfungsi menjaga kehormatan dan kewibawaan hukum serta martabat keluhuran profesi. 

BACA JUGA :  Menanglah Secara Terhormat Konstitusional.

“Profesi advokat itu juga berfungsi sebagai pendidik hukum. Pendidikan hukum adalah pendidikan kemanuasiaan. Seharusnya advokat meluruskan persoalan hukum kliennya agar kembali pada makna tercapainya tujuan hukum dan nilai-nilai kemanusiaan,” tuturnya

Menurut Azmi, fungsi tersebut selama ini hilang di kalangan profesi advokat. Karena Image masyarakat Kebanyakan saat ini terhadap advokat belum baik, bahkan advokat dianggap melakukan hal yang bertentangan dengan etika dan nilai-nilai keluhuran.

Karenanya para advokat muda yang saat ini sedang dalam pendidikan harus mampu membuktikan dan meluruskan kembaki makna keluhuran profesi advokat.

BACA JUGA :  KPK Harus Jaga Tatanan Hukum, Tak Patut Hasil OTT nya Diserahkan Ke Kejaksaan.

“Di sinilah makna etika harus jadi samuderanya hukum menjadi batasan keseimbangan kepentingan”.

Selain itu azmi menyampaikan pentingnya peningkatan kualitas advokat melalui penelitian dan pengkajian termasuk memahami asas asas hukum, agar kerja kerjanya lebih profesional, banyak membaca , dan ikuti dengan ajeg perkembangan hukum. [asp]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini