Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah / telusur.co.id

telusur.co.id – Keingainan Pemerintah dalam hal ini Presiden Joko Widodo untuk memindahkan Ibukota Negara Indonesia ke luar pulau Jawa, terus menuai kritik dari berbagai kalangan.

Kali ini, kritik terhadap Jokowi datang dari Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah. Disampaikan Fahri, kalau Jokowi sekedar hanya membangun kota, silakan membangunnya. Tetapi, jangan mengubah lanscap dan konsep yang sudah dibuat para pendiri bangsa ini.

“Sebab kalau kita mengubah itu, bisa mengubur sejarah dan kita tidak tahu jati diri. Kita bisa menjadi bangsa yang kebingungan karena tidak punya catatan masa lalu,” kata Fahri dalam keterangan kepada wartawan, Rabu (1/5/19).

Diingatkan, konsep Ibukota Indonesia tidak bisa ber-ubah dari konsep Ibukota yang digagas oleh Bung Karno (Presiden pertama RI), pada tahun 60-an yang desainnya mengikuti Ibukota Amerika Serikat yaitu Washinton DC, yang berada di distrik of Colombia.

BACA JUGA :  KPU Diminta Fokus Pemilu Bukan Caleg Koruptor

Makannya, kata-kata DKI itu dalam Undang Undang-nya adalah Daerah Khusus Ibukota, yang dimaksudkan sebagai Ibukota dalam desain tata kota yang dirancang oleh Bung Karno, yang didalamnya ada pusat Pemerintahan dan pusat sejarah.

“Jadi Ibukota dalam desain Bung Karno pada waktu itu harus punya dua hal, yakni pusat Pemerintahan dan pusat sejarah,” kata inisiaitor Gerakan Arag Baru Indonesia (GARBI) itu.

Pusat pemerintahan, kata Fahri, dimaksdkan sebagai tempat bagi pengambilan keputusan terbaik bagi bangsa dan negara. Sementara pusat sejarah, itu maksudkan sebagai memory bersama anak-anak bangsa, agar kita sebagai bangsa punya rujukan untuk mengingat tentang apa yang dialami bangsa, secara khusus dan dunia pada umumnya.

“Itu lah sebabnya kalau kita melihat konsep-konsep seperti ini berkembang, misalnya Bung Karno pergi ke Brazil dan melihat kota Brazilia yang disainnya memang mengikuti konsep yang berkembang di AS. Jadi filosofi Ibukota itu berasal dari Bung Karno, sehingga pemerintahan ini tidak boleh keluar dari konsepsi pemikiran Bung Karno tentang Ibukota,” kata Anggota DPR RI dari Dapil Nusa Tenggara Barat (NTB) ini.

BACA JUGA :  Bawaslu Buka Peluang Panggil Luhut Soal Amplop

(Baca juga: Jokowi Optimis Pemindahan Ibu Kota Dapat Terwujud)

Sebelumnya, saat membuka rapat terbatas tentang “Tindak Lanjut Rencana Pemindahan Ibu Kota”, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (29/4/19), Jokowi mengatakan perlu persiapan matang dan detail untuk memindahkan Ibukota negara dari DKI Jakarta ke wilayah lain.

Persiapan pemindahan, lanjut kepala negara, antara lain lokasi yang tepat dengan memperhatikan aspek geopolitik dan geostrategis, kesiapan infrastruktur pendukung, serta pembiayaan.

Jika itu terpenuhi, maka dirinya yakin pemindahan ibukota negara dari Jakarta ke wilayah lain bisa diwujudkan. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini