Azkar Badri/istimewa

telusur.co.id – Azkar Badri diantara Caleg DPR RI Partai Perindo Dapil Jawa Barat 3, Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor gagal masuk Senayan, lantaran partainya tidak lolos PT (Parlementery Threshold) 4%.

Meskipun suara yang ia peroleh cukup signifikan, mencapai 50 ribu lebih suara, tepatnya 50.160 dari lumbung suaranya di kabupaten Cianjur.

Menurutnya, sebetulnya suara yang dia peroleh berkisaran 57.836, tapi karena banyak yang hilang dalam proses rekapitulasi. “Ya, tinggal segitu. Tidak apa, jumlah yang tersisa masih cukup signifikan”, katanya menerima apa adanya.

Mendapat dukungan besar dari masyarakat Cianjur ini, terutama di daerah selatan, karena ada beberapa kontrak politik yang telah disepakati dengan masyarakat yang muaranya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menghilangkan kemiskinan dan program lain di bidang pertanian di daerah ini.

“Masyarakat Cianjur dalam data statistik hampir 50% berada dalam kemiskinan. Angka ini kebanyakan berada di pelosok desa Cianjur Selatan”, kata Azkar Badri mantan Peneli Komunikasi Sosial di Lembaga Pemerintah tingkat pusat.

BACA JUGA :  Dekatkan Dengan Rakyat, Kartini Perindo Gelar Bazar Murah

“Saya mengucapkan terimakasih banyak kepada masyarakat Cianjur dan juga Kota Bogor telah memberikan dukungan dan sama-sama berjuang untuk menghantarkan saya ke Parlemen di Senayan membawa aspirasi dan amanah mereka mencapai kehidupan mereka lebih baik dan sejahtera. Meskipun saya secara langsung belum diberi kesempatan oleh Sang Maha Kuasa. Insha Allah dengan cara lain, kita tetap ikut memperjuangkan pembangunan di daerah ini”, kata Azkar mantan Pejabat Kemkominfo ini dengan semangat tanpa terkesan rasa kecewa.

“Philosofi yang saya sampaikan kepada masyarakat sedari awalnya, masih DCT, bahwa saya punya perahu menuju tepian Sejahtera. Mari kita dayung bersama untuk mencapai sejahtera bersama, dan berlabuh di tepian Sejahtera Bersama”, kata Azkar membangun kebersamaan.

Ketika ditanya tentang kegagalannya masuk Senayan. Kecewakah. “Semua Allah SWT yang mengaturkannya, dalam Al-Quran, surah Ali Imron ayat 26 sangat jelas campur Tangan Tuhan. Kita manusia hanya bisa berbuat, berbuat maksimal dan optimal. Pak HT (Hary Tanoesoedibjo) sebagai Ketua Umum sudah luar bisa berbuat membangun partai Perindo sampai ke pelosok daerah, sebagai partai yang sehat. Begitu juga dalam Pemilu Legislatif, biaya, tenaga dan pikirannya tercurah full dan luar bisa”, kata dengan nada agamis.

BACA JUGA :  Azkar Badri Sang Komunikator Menjadi Caleg

Dalam agama dikatakan, di balik itu semua ada hikmahnya. Pengalaman ini menjadi bahan untuk membangun dan menata partai ini kedepan agar lebih baik lagi, serta strategi apa mulai digarap sekarang menyongsong Pileg berikutnya.

“Kalau boleh saya mengutip kata kata Bung Karno, gagal sekali tidaklah mengapa. Yang rumit gagal dua kali pada tempat yang sama”, katanya menutup pembicaraan. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini