telusur.co.id – Beredar surat tertanggal 23 Mei, yang mengatasnamakan Partai Golkar meminta pembatalan Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait dengan hasil pemilu 2019 secara keseluruhan. Surat tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartato dan Sekjen Partai Golkar Lodewijk Freidrich.

Menanggapi hal itu, Ketua DPP Partai Golkar Bidang Media dan Penggalangan Opini, Ace Hasan Syadzily membantah beredarnya surat yang diajukan oleh partainya tersebut.

“Tidak benar. Tidak mungkin kita meminta untuk membatalkan semua hasil Pemilu 2019,” ujar Ace Hasan saat dikonfirmasi, Minggu, (26/5/19).

BACA JUGA :  Mahfud MD Ajak Masyarakat Sambut Pemilu dengan Suka Cita

Dijelaskan Ace, partainya memang melakukan gugatan atas beberapa kasus pemilihan legislatif di beberapa daerah ke Mahkamah Konstitusi (MK), namun tidak untuk membatalkan keseluruhan hasil pemilu 2019.

“Kami menyampaikan gugatan ke MK untuk sengketa hasil Pemilu 2019 yang sifatnya sengketa antar caleg Partai Golkar di 26 daerah pemilihan untuk tingkat DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD,” kata Jubir TKN Jokowi-Ma’ruf Amin ini.

surat tertanggal 23 Mei, yang mengatasnamakan Partai Golkar meminta pembatalan Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait dengan hasil pemilu 2019 secara keseluruhan.

Sementara, lanjut dia, untuk sengketa hasil pemilu terkait dengan perselisihan antar Caleg Partai Golkar dengan caleh partai lainnya sebanyak 28 Dapil untuk DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota.

BACA JUGA :  Hadapi Pemilu 2019, PBB Gelar Mukernas II

Ace menegaskan, bahwa gugatan yang dilakukan mendapat rekomendasi dari Mahkamah Partai Golkar setelah melakukan penyelidikan atas bukti- bukti yang diberikan pihak yang bersengketa.

“Sudah direkomendasikan Mahkamah Partai setelah dilakukan penyelidikan atas bukti- bukti yang diberikan pihak yang bersengketa,” tandasnya. [ham]

Like :

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini