Direktur Global Future Institute (GFI) Hendrajit (tengah). Foto: telusur.co.id/Fahri

telusur.co.id – Direktur Eksekutif Global Future Institute (GFI) Hendrajit menilai kerusuhan 21-22 Mei 2019 merupakan kejadian yang penuh konspirasi. Namun menurutnya, meski penuh konspirasi, kerusuhan 21-22 Mei secara hakiki cuma pemanasan.

“21-22 Mei meski penuh konspirasi, secara hakiki cuma pemanasan,” kata Hendrajit di Jakarta, Selasa (28/5/19).

Menurutnya, justru kunci penentu ada di Mahkamah Konstitusi (MK). Dia menilai, bila MK keliru memutus perkara, maka akan timbul gelombang super dahsyat tak terduga baik dari luar (tekanan internasional) maupun dari dalam negeri.

“Daerah akan bergejolak dari pinggiran. Di sinilah, Mbah Wir (Wiranto) keliru dalam skenarionya. Selain ia bukan orang intelijen, dia juga tak paham geopolitik,” tambahnya.

BACA JUGA :  Peran Indonesia Dibutuhkan Guna Mencegah Perang Dingin Jilid II Pasca Pembatalan INF

“Ilmunya (Wiranto) hanya sebatas Mei 1998, itupun sudah mulai terkuak,” tandasnya.

Diketahui, pada tanggal 21-22 Mei 2019 lalu, pecah kerusuhan di beberapa titik di Jakarta, seperti di depan Gedung Bawaslu RI di Jalan Thamrin, Tanah Abang dan Petamburan. Menurut data Pemprov DKI Jakarta, akibat kerusuhan tersebut 8 orang tewas dan ratusan luka-luka. [ham]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini