Rachmawati Soekarnoputri. (Foto: telusur.co.id/Farouk)

telusur.co.id – Rachmawati Soekarnoputri dan koleganya Mayjen (Purn) Asril H Tanjung SIP melayangkan gugatan uji materi terhadap PKPU 5/2019, khususnya pasal 3.

Melalui Pengacara Rachmawati, M Taufikurahman mengatakan pemberlakuan ketentuan pasal 3 ayat (7) peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 5 Tahun 2019 tersebut sudah melanggar dan bertentangan dengan Undang-Undang nomor 7 Tahun 2017 tentang pemilihan Umum.

“Dengan pemberlakuan pasal aquo membuka kemungkinan Presiden dan Wakil Presiden yang terpilih tidak memiliki akseptabilitas dan tidak merepresentasikanharapan rakyat Indonesia,” Ucap dia dalam Konfrensi Pers di Kediaman Rachmawati Soekarnoputri, Jakarta Selatan, Senin (13/5/19).

BACA JUGA :  Titiek Soeharto Hingga Rachmawati Soekarno Hadiri Deklarasi APTSI Untuk Menangkan Prabowo-Sandi

Tak hanya sampai disitu, dirinya juga menuturkan, ketentuan Pasal 3 ayat (7) PKPU Nomor 5 Tahun 2019 tidak dapat diterapkan dalam rangka menentukan pemenang dalam Pilpres. “Sebab, bukan merupakan interpretasi dari pasal 416 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017,” ucapnya.

“Karena didalam pasal 416 tentang pemilihan umum, sebaliknya ketentuan pasal 3 ayat 7 PKPU tentang penetapan calon terpilih merupakan norma baru yang tidak memiliki landasan hukum baik UUD 1945 maupun UU no7 Tahun 2017 tentang pemilihan Umum,” tambah dia.

Atas alasan itu dirinya beserta tim penggugat, berharap Mahkamah Agung (MA) mengabulkan pemohonan yang dilayangkan, dan Meminta MA membatalkan demi hukum dan tidak lagi memiliki kekuatan mengikat secara hukum terhadap ketentuan pasal 3 ayat (7) PKPU no 5 Tahun 2019

BACA JUGA :  Titiek Soeharto Hingga Rachmawati Soekarno Hadiri Deklarasi APTSI Untuk Menangkan Prabowo-Sandi

Bahkan ia juga berharap MA memerintahkan pemerintah melalui Kemenkumham, KPU untuk menghentikan dan menunda pemberlakuan serta penerapan pasal tersebut sampai adanya putusan dari MA.[far]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini