Nurul Hasanah (Mahasiswa IUQI Bogor). telusur.co.id

Belajar adalah cara agar bisa mendapatkan ilmu yang belum dipelajari atau yang belum diketahui, dengan belajar bisa mendapatkan wawasan yang luas dan bisa mengetahui semua ilmu-ilmu pengetahuan, belajar juga adalah cara untuk berkomunikasi dengan seorang guru jika anak tidak mengetahui atau tidak memahami pelajaran yang sedang dipelajarai.

Belajar merupakan proses perbuatan yang dilakukan dengan sengaja, yang kemudian menimbulkan perubahan yang ditimbulkan lainnya. Sifat perubahannya relatif permanen, tidak akan kembali kepada keadaan semula.

Tidak bisa diterapkan pada perubahan akibat situasi sesaat, seperti perubahan akibat kelelahan, sakit dan sebagainya. (Ernest R. Hilgard (Sumardi Suryabrata, 1984:252).

Adapun menurut Mashudi, Toha dkk, 2007:3 “Pembelajaran adalah suatu kegiatan kompleks. Pembelajaran pada hakikatnya tidak hanya sekedar menyampaikan pesan tetapi juga merupakan aktivitas profesional yang menuntut guru dapat menggunakan ketrampilan dasar mengajarkan secara terpadu serta menciptakan situasi efisien”.

Di dalam kegiatan belajar anakpun terkadang mempunyai rasa malas, malas untuk belajar dan malas untuk menerima pelajaran yang baru, anak merasa malas itu pasti ada penyebab yang memaktori anak tersebut mengapa ia menjadi malas dalam belajar.

Adapun penyebab-penyebab anak merasa malas untuk belajar yaitu bisa karana beban fikiran/sekolah, cara mengajar guru terhadap anak tersebut, minat anak yang kurang terhadap pelajaran tersebut.

Tidak ada yang bisa menjadi contoh atau panutan terhadap kegiatan belajar anak, belum menemukan cara belajar yang tepat, pacaran, dibully oleh temannya, dan yang terakhir adalah fasilitas yang lebih yang diberikan kedua oragtua kepada anak (Ruang Guru, 2016).

Jika tidak memperbaiki cara belajar anak, anak tersebut akan menambah malas mempelajari pelajaran yang baru, dari beberapa penyebab atau faktor anak menjadi malas itu memiliki akibat yang sangat buruk untuk masa depan anak tersebut.

Kemungkinan anak tersebut tidak ingin bersekolah lagi, tidak memperhatikan guru saat menerangkam pelajaran, malas dalam mengerjakan tugas, mudah putus asa, tidur saat mata pelajaran, mencari perhatian guru, kurang berprestasi.

Tidak pernah atau kurang berkonsentarsi ketika belajar, dan mendapatkan nilai yang kurang baik atau kurang memuaskan (Rennizan, 2014).

Maka dari itu membuat jurnal ini untuk para orang tua atau para pembaca di luar sana agar bisa memahami dan bisa mengetahui mengapa anaknya bisa malas dalam mepelajari pelajaran atau menerima pelajaran.

Di sini juga memberikan pengetahuan pada orang atau dan para pembaca apa saja penyebab anak malas dan apa saja akibat jika anak tersebut malas dalam belajar.

PEMBAHASAN

Pendidikan sangat bermanfaat untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani rohani anak didik diluar lingkungan keluarga (soemiarti patmonodewo, 2000).

Pendidikan merupakan ladang investasi terbesar dalam membangun dan membentuk manusia seutuhnya (Insanul Kamil). Sentuhan pendidikan diyakini mampu membentuk sumber daya manusia (Human Resources) yang beradab dan berkualitas.

Keluarga sebagai pendididkan yang pertama dan utama bagi anak, memiliki peran yang cukup besar dalam mewujudkan cita-cita tersebut.

Keluarga sebagai lembaga pendidikan memiliki fungsi yang sangat penting dalam membentuk kepribadian, sosial, sikap keagamaan anak.

Kesalahan interaksi dalam keluarga yang dikarenakan kurang optimalnya anggota keluarga dalam melaksanakan peran dan fungsinya masing-masing dapat menimbulkan berbagai permasalahan dalam keluarga.

Anak adalah aset terpenting dalam suatu keluarga, agama, dan bangsa Indonesia. Maka dari itu peran orang tua dan keluarga memiliki dampak yang luar biasa terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak (Hasan Baharu, 2016).

Namun keluarga juga ada saja yang tidak mengatahui bahwa anak tersebut apakah malas dalam mengikuti pembelajaran di sekolah, dan juga apakah orang tua tau apa penyebab anak itu malas dalam mengikuti kegiatan belajar.

Masalah Anak Malas dalam Mengikuti Pelajaran atau Kegiatan Belajar

Sebagaimana telah dibahas diatas anak kadang memiliki rasa malas dalam mengikuti belajar di sekolah. Secara khusus, adapun permasalahan yang sering muncul pada anak ketika sedang malas mengikuti pelajaran yaitu :

a. Beban Fikiran atau Beban Sekolah
Anak bisa menjadi malas karena kemungkinan anak tersebut memiliki beban fikiran anak akan selalu memikirkan masalah yang ia hadapi baik masalah keluarga atau masalah disekolah dan juga bisa karena beban tugas sekolah yang banyak.

Tugas yang banyak bisa menjadi beban si anak dan anak tersebut menjadi bingung apasaja yang mau ia kerjakan terlebih dahulu dan banyak nya tugas sekolah itu bisa membuat anak jadi malas dalam menerima pelajaran dan kemungkina malas mengikuti kegiatan belajar (bolos) karna ia tidak mau ambil pusing atau tidak mau memikirkan beban-beban yang ada.

b. Cara Mengajar Guru Terhadap Anak
Guru harus mengetahui apakah cara mengajarnya itu disukai anak didiknya atau tidak karena jika tidak itu bisa membuat anak malas mengikuti pelajaran guru tersebut.

Terkadang anak itu melihat cara gurunya mengajar terlebih dahulu baru ia akan suka dengan mata pelajaran guru tersebut, jika anak itu tidak suka dengan cara mengajar gurunya kemungkinan anak terebut akan merasa malas dalam mengikuti kegian belajar dan akan malas untuk memahami pelajaran tersebut, dan itu akan membuat anak bodoh dan menambah malas untuk belajar.

c. Minat Anak Yang Kurang Terhadap Pelajaran
Minat anak terhadap pelajaran itu sangan penting dikarenakan jika anak itu memiliki minat yang sangat besar itu bisa membuat anak menjadi semangat dalam menerima pelajaran yang baru yang belum ia ketahui dan akan selalu mencari tahu tentang pelajaran yang diminatinya.

Namun sebaliknya, jika anak itu tidak sama sekali memiliki minat terhadap pelajaran itu kemunkinan besar anak tersebut akan malas dalam menerima pelajaran dan tidak akan mau untuk mencari tahu tentang pelajaran yang tidak sama sekali ia minati dan itu bisa membuat anak menjadi malas dalam belajar.

d. Tidak Ada Yang Bisa Menjadi Contoh atau Panutan Terhadap Kegiatan Belajar Anak
Terkadang anak butuh panutan atau contoh supaya bisa lebih rajin lagi dalam belajar, dan anak pun akan merasa malas jika tidak ada panutan atau contoh terhadap kegiatan belajarnya.

Jika anak di suport untuk belajar oleh orang tuanya anakpun akan melaksanakan belajar. Oleh karena itu mengapa peranan orang tua sangat penting terhadap masa depan si anak, jika anak itu tidak disupport sama sekali kemungkinan ia akan merasa tidak berguna dan akan merasakan malas untuk belajar dan malas untuk bersekolah.

e. Belum Menemukan Cara Belajar yang Tepat
Setiap anak memilki cara belajar yang berbeda-beda, disini orang tua atau guru harus tahu bagaimana cara belajar anak yang sangat ia suka.

Jika guru dan orang tua itu tahu bagaimana cara anak itu belajar itu akan membuat anak itu lebih giat lagi namun jika anak itu tidak menemui cara belajar yang baik dan tepat itu akan membuat anak tersebut malas dalam mengikuti pelajaran dan malah malas untuk bersekolah jika cara belajar disekolahnya tidak sesuai dengan cara belajar yang ia sukai.

f. Pacaran
Dizaman sekarang anak terkadang ada saja yang sudah berpacaran, itu sangat mengganggu kegiatan belajarnya. Pacaran pada anak-anak dizaman melenial ini adalah hal yang wajar mereka lakukan.

Oleh karena itu, orang tua harus kebih memperhatikan anak-anak nya, jika tidak itu akan mengganggu kegiatan belajar anak dan itu akan membuat anak malas dalam belajar karena yang dipikirkan adalahnya pacarnya bukan pelajarannya.

Oleh karena itu kita harus memperhatikan anak kita dan guru-guru jaga harus memperhatikan anak didiknya lebih dalam lagi.

g. Dibuli Temannya
Pembulian kerap terjadi pada anak-anak sekarang, membuli pasti akan membuat anak trauma dan takut akan dunia luar dan juga akan susah untuk bersosialisasi dengan orang lain.

Ini sangat berdampak buruk untuk masa depan si korban. Korban pembulian akan merasa malas untuk bersekolah jika disekolah itu terdapat pembulian.

Korban akan lebih sering menyendiri dan jarang mau berfikir untuk belajar karena menurutnya ia sangat tidak dibutuhkan disekolahan itu.

Oleh karena itu para guru harus lebih bisa mencari tahu mengapa anak muridnya malas dalam belajar atau mengapa anak itu lebih suka menyendiri dari pada bersosialisasi.

h. Fasilitas yang Lebih
Fasilitas yang lebih juga bisa membuat anak malas dalam belajar, terkadang orang tua sekarang memberikan fasilitas yang lebih kepada anaknya seperti memberikan gadget dan menggunakan gadget itu tidak hanya sebentar melainkan berjam-jam anak pun akan merasa malas jika disruh belajar jika sudah memainkan gadjet terlalu lama.

Anak sekarang memainkan gadjet tidak untuk belajar melaikan bermain permainan online, itu penyebab anak itu menjadi malas dalam belajar dan malas untuk bersekolah.

Dampak Anak yang Malas dalam Mengikuti Pelajaran atau Kegiatan Belajar

Dari penjelasan saya tentang penyebab-penyebab malas nya anak dalam belajar di atas pasti akan mempunyai banyak akibat yang buruk untuk masa depan si anak dan disini juga saya akan menjelasakan akibat-akibat karena malas dalam belajar.

a. Tidak Ingin Bersekolah Lagi
Jika anak sudah memiliki rasa malas dalam belajar dan rasa malas untuk mengikuti pelajaran disekolah kemungkinan anak tersebut tidak ingin bersekolah lagi dikarenan rasa malas yang sedang ia rasakan.

Oleh karena itu jangan sampai anak-anak diluar sana memiliki rasa malas, karna rasa malas itu akan mengakibatkan masa depan yang hancur dan tidak tertata.

b. Tidak Memperhatikan Guru Saat Menerangkan Pelajaran
Jika rasa malas sudah muncul pasti anak tersebut tidak akan memperhatikan guru itu ketika menerangkan suatu pelajaran, sebenarnya cara mengajar guru itu baik dan sangat mudah dipahami oleh murid didiknya namun jika anak sudah malas dalam belajar itu pasti membuatnya tidak memperhatikan guru itu ketika menerangkan suatu pelajaran.

c. Malas Dalam Memgerjakan Tugas
Ketika anak sudah malas dalam belajar dan malas mengikuti pelajaran pasti anak tersebut tidak mau mengerjakan tugas yang dikasi oleh guru, dikarenakan ketika kegiatan belajar ia tidak memerhatikan guru itu ketika menerangkan dan ketika diberi tugas pasti anak tersebut tidak mau atau malas mengerjakan tugas itu.

d. Mudah Putus Asa
Rasa malas akan membuat anak mudah putus asa, dikarenakan diawal ia sudah tidak memahami dan tidak mau memperhatikan guru ketika menerangkan suatu pelajaran.
Oleh karena itu anak sealu mudah putus asa dan tidak mau berusa untuk mengerti pelajaran yang belum ia pahami.

e. Tidur Pada Saat Jam Mata Pelajaran
Ketika anak tidur pada saat jam mata pelajaran itu dikarenakan ia malas dalam belajar dan itu sangat mencerminkan anak yang malas dan perilaku yang buruk karena dengan tidur dikelas anak tersebut benar-benar tidak mau tahu tentang pelajaran yang sedang diajarkan oleh guru.

f. Mencari Perhatian Guru
Anak yang malas dalam belajar biasa nya selalu mencari-cari perhatian guru, entah itu dengan kenakalannya atau dengan tingkah lakunya yang membuat guru itu selalu mencari-cari kesalahannya agar anak tersebut menjadi lebih baik dan bisa jadi agar bisa diberi perhatian oleh orangtuanya karena kurang perhatian oleh orang tua ketika berada dirumah.

g. Kurang Berprestasi
Malas dalam belajar pasti membuat nilai anak turun drastis, malas juga membuat anak kurang berprestasi dalam bidang akademik karena kurangnya pemahaman yang ia dapatkan ketika belajar karena ketika kegiatan belajar ia selalu tidak memperhatikan guru menerangkan.

h. Tidak Pernah atau Kurang Berkonsentrsi Ketika Belajar
Ketika anak malas dalam belajar ia pasti tidak akan pernah atau kurang berkonsentrasi ketika belajar dikarenakan rasa malas yang sedang ia rasakan, dan dengan itu anak tidak mendapatkan pelajaran atau pengetahuan yang harusnya ia dapatkan ketika disekolah.

i. Mendapatkan Nilai yang Kurang Baik atau Kurang Memuaskan
Karena ketika belajar anak merasakan rasa malas itu pasti membuat nilai yang ia dapatkan kurang baik dan kurang memuaskan, dikarenakan kurang nya pemahaman yang ia dapatkan ketika belajar atau ketika guru sedang melakukan pengertian atau penjelasan kepada anak didiknya.

PENUTUP

Pelaksaan atau kegiatan belajar adalah sarana atau cara anak untuk mendapatkan ilmu-ilmu yang belum anak-anak ketahui belajar juga adalah cara agar anak bisa bersosialisasi dengan orang lain.

Namun terkadang anak memiliki rasa malas yang harus dihilangi atau dicegah oleh orang tua atau oleh guru-guru disekolah karena itu bisa mengganggu masa depan anak yang awalnya cerah lalu kemudian mengalami rasa malas menjadi masa depan yang tidak bagus.

Masalah-masalah anak yang berada di sekolah itu akan membuat anak menjadi malas, dan jika anak sudah merasakan malas itu adalah PR untuk para guru dan orang tua bagaimana dihindari dengan mengetahui mengapa anak tersebut merasa malas.

Referensi

ruang guru. (2016, september 30). Retrieved april 15, 2019, from ruang guru web site: http://blog.ruangguru.com/mengapa-siswa-malas-belajar-inilah-penyebab-beserta-solusinya

baharu, h. (2016). pendidikan anak dalam keluarga. jurnal pendidikan, 2, from https://scholar.google.co.id/scholar?start=10&q=jurnal+pendidikan&hl=id&as_sdt=0,5&as_vis=1#d=gs_qabs&u=%23p%3DuxpyT2P2f78J

patmonodewo, s. (2000). pendidikan anak prasekolah. pendidikan anak prasekolah, 2, from https://scholar.google.co.id/scholar?start=10&q=jurnal+pendidikan&hl=id&as_sdt=0,5&as_vis=1#d=gs_qabs&u=%23p%3DX3lkH4jqFQ4J

rennizan. (2014, 11 16). brainly. Retrieved april 15, 2019, from brainly web site: http://brainly.co.id/tugas/1462020

toha, m. (2010, desember 08). sekolah dasar. Retrieved april 15, 2019, from pengertian belajar disekolah dasar: https://www.sekolahdasar.net/2010/12/pengertian-pembelajaran-di-sekolah.html?m=0

zakky. (2018). pengertian belajar. pengertian belajar menurut para ahli, 4, from https://www.zonareferensi.com/pengertian-belajar

Oleh : Nurul Hasanah – Mahasiswa Institut Ummul Quro al-Islami (IUQI) Bogor

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini