telusur.co.id — Medical Emergency Rescue Committe (MER-C) bakal menuntut Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court/ICC), Mahkamah Internasional (International Court of Justice/ICJ), atau UNHRC (United Nation Human Right Council) ke Jenewa dan Den Haag. Alasannya, MER-C menduga, KPU tak serius menangani kian bertambahnya petugas pemilu yang meninggal dunia.

“Semoga KPU serius menangani bencana ini. Kalau KPU ngeyel, kami akan tetap mengajukan gugatan, kami tidak takut,” tegas Koordinator MER-C, Jose Rizal dalam konperesnis persnya di Jakarta, Rabu (15/5/19).

BACA JUGA :  Benarkah Parpol Yang Tak Memenuhi Pasal 235 Ayat 5 Tidak Bisa Ikut Pemilu

Rizal mengatakan, MER-C memiliki jaringan pengacara di Swiss dan Belanda dalam rangka membantu proses hukum.

“Mekanismenya dibawa ke Jenewa dan Den Haag. Mana yang digunakan tergantung lawyer,” jelasnya.

Gugatan ke lembaga internasional, kata Rizal, bukan baru pertama dilakukan oleh MER-C. MER-C pernah menggugat Israel dalam tragedi penyerangan pada kapal Mavi Marmara yang membawa bantuan bagi warga Palestina. Alhasil, MER-C memperoleh kemenangan atas gugatan tersebut. Dan, Israel dijatuhi sanksi.

“Kami pernah gugat dari kasus Mavi Marmara. Hasilnya panglima Israel dilarang keluar Israel,” tandasnya.[Ham]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini