Ketua Komite I DPD RI Benny Ramdhani 9dua kiri) dan Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia Arief Budiman (kanan). Foto:Bambang Tri P/ telusur.co.id

telusur.co.id – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman mengatakan penetapan pemenang pemilu presiden akan diumumkan pada Mei 2019, jika hasil rekapitulasi suara yang diumumkan pada 22 Mei 2019.

“Kalau hasil pemilu tidak disengketakan, maka dalam waktu tiga hari (setelah 22 Mei 2019) akan kita tetapkan,” ujar Arief di KPU, Kamis.

Tetapi, jika hasil rekapitulasi perhitungan suara digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK), maka, KPU akan menunggu sampai selesainya proses sengketa.

Penetapan ini, Arief menyampaikan, tak hanya berlaku bagi pemilu presiden saja. Tetapi, berlaku terhadap hasil pileg juga.

BACA JUGA :  Dengan Situng, Masyarakat Bisa Kontrol Jika Ada Salah Input atau Petugas Nakal

“Perolehan kursi (parpol) dan penetapan calon (legislatif) terpilihnya, dilakukan setelah tidak ada sengketa. Kalau ada sengketa, dilakukan setelah putusan sengketanya keluar,” ujar Arief.

Semua ini, terang Arief, untuk memberikan kesempatan bagi pihak-pihak yang merasa keberatan atau mempersoalkan hasil pemilihan di KPU.

Gugatan baru bisa didaftarkan setelah ada hasil akhir rekapitulasi diumumkan oleh KPU.

Apa yang dilakukan oleh KPU, menurut Arief, sudah sesuai dengan ketentuan yang tertera dalam Undang-undang Pemilu. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini